Malaysia Laporkan 503 Kasus TBC dalam Sepekan, Warga Diimbau Pakai Masker
Malaysia melaporkan sebanyak 503 kasus tuberkulosis (TBC) antara tanggal 1 hingga 7 Februari 2026.
Malaysia, negara tetangga Indonesia, mengalami lonjakan kasus tuberkulosis (TBC) pada pekan pertama bulan Februari 2026. Data menunjukkan terdapat 503 kasus baru TBC tercatat di negara tersebut antara tanggal 1 hingga 7 Februari 2026. Dengan penambahan tersebut, total kasus TBC di Malaysia mencapai 2.571 berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan setempat hingga 15 Februari 2026.
Dari total tersebut, Sabah mencatatkan jumlah kasus tertinggi dengan 614 kasus atau sekitar 23,8 persen dari keseluruhan kasus yang ada di negara itu. Selanjutnya, Selangor mengikuti dengan 476 kasus (18,51 persen), Sarawak 257 kasus (10 persen), dan Johor 233 kasus (9 persen). Kuala Lumpur dan Putrajaya masing-masing melaporkan 202 kasus (7,8 persen).
Menanggapi peningkatan kasus tuberkulosis ini, terutama menjelang musim libur panjang seperti Tahun Baru Cina dan Lebaran, pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC.
"Langkah-langkah pencegahan seperti menjalankan etika batuk dan bersin yang benar serta memakai masker di tempat ramai," ujar Kementerian Kesehatan Malaysia.
Selain itu, Rafdzah Ahmad Zaki, seorang pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari Universiti Malaya, menambahkan pentingnya penggunaan masker. Ia menyatakan bahwa masker tidak hanya berfungsi untuk mencegah infeksi TBC, tetapi juga penyakit menular lainnya.
"Pakai masker untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus, terutama di transportasi umum. Bukan hanya TBC, ada juga jenis penyakit menular lainnya saat di transportasi umum," katanya.
Hindari Bepergian
Menjelang liburan panjang, masyarakat Malaysia juga terbiasa melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, jika seseorang merasa kurang sehat, sebaiknya mereka menghindari perjalanan.
"Ini musim liburan, banyak yang ingin pulang kampung dan bertemu keluarga. Jika Anda memiliki gejala sakit, disarankan untuk memeriksakan kesehatan," sarannya. Selain itu, jika ada acara berkumpul di rumah, ia menyarankan agar pintu dan jendela dibuka lebar-lebar untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik.
Jumlah Kasus TBC di Malaysia Terus Meningkat
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memberikan peringatan kepada Malaysia mengenai adanya kasus TBC yang tidak dilaporkan dengan baik. Negara tersebut mencatat bahwa tingkat kejadian TBC berada di angka 70 kasus per 100.000 orang untuk tahun 2023 hingga 2024. Namun, WHO memperkirakan bahwa angka sebenarnya bisa mencapai sekitar 110 kasus per 100.000 orang.
Dalam konteks ini, penting bagi Malaysia untuk meningkatkan upaya pelaporan dan penanganan kasus TBC. Dengan adanya peringatan dari WHO, diharapkan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara lebih efektif.
Muncul Spekulasi
Di kalangan masyarakat, muncul spekulasi bahwa pekerja asing atau orang luar Malaysia yang tinggal di negara tersebut adalah penyebab utama wabah terbaru. Namun, analisis data selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa sekitar 85 persen kasus TBC justru berasal dari penduduk lokal, sedangkan sisanya merupakan warga asing.
"TBC bukan hanya masalah warga asing. Ini merupakan masalah masyarakat lokal," ujar Venu dalam kutipan yang diambil dari South China Morning Post pada Senin, 16 Februari 2026.