FOTO: Ujian Lisan Kembali Diterapkan di Perguruan Tinggi di Tengah Perkembangan AI
Ujian lisan kembali digunakan di sejumlah kampus sebagai respons atas meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam proses belajar mahasiswa.
Penggunaan agen AI berbasis suara dalam perkuliahan di NYU Stern School of Business, New York, pada 4 Maret 2026, mencerminkan perubahan cara belajar mahasiswa. Namun di sejumlah kampus lain, pendekatan berbeda justru kembali digunakan.
Di Universitas Cornell, mahasiswa mengikuti ujian tanpa laptop, kertas, atau bantuan teknologi. Mereka diminta menjelaskan materi secara langsung kepada pengajar dalam format pembelaan lisan, metode lama yang kini kembali diminati.
Di tengah maraknya kecerdasan buatan generatif, dosen menghadapi tantangan baru. Tugas tertulis mahasiswa sering terlihat sempurna, tetapi tidak selalu diiringi pemahaman yang kuat saat dijelaskan secara langsung. Hal ini mendorong pengajar mencari cara untuk menilai kemampuan berpikir kritis secara lebih akurat.
Sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat mulai menggabungkan ujian lisan dengan tugas tertulis. Tujuannya bukan sekadar mencegah kecurangan, tetapi memastikan mahasiswa benar-benar memahami materi dan tidak bergantung penuh pada AI.
Di sisi lain, teknologi juga dimanfaatkan dalam bentuk baru. Di NYU, ujian lisan berbasis AI memungkinkan mahasiswa diuji melalui percakapan dengan agen suara yang menyesuaikan pertanyaan dan memberi umpan balik secara langsung.
Meski respons mahasiswa beragam, tren ini menunjukkan arah baru dalam pendidikan tinggi. Di tengah kemajuan teknologi, interaksi langsung dan kemampuan menjelaskan pemahaman kembali menjadi hal yang dianggap penting.