FOTO: Serangan Udara Israel Guncang Lebanon Timur Korban Tewas 12 Orang
Serangan udara Israel di Lebanon timur kembali memicu korban jiwa dan memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.
Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon timur pada Jumat, 20 Februari 2026. Warga di desa Bednayel tampak mengumpulkan sisa-sisa barang dari bangunan yang hancur akibat serangan tersebut. Puing-puing berserakan, sementara sebagian keluarga berusaha menyelamatkan harta benda yang masih tersisa.
Di Rumah Sakit Rayak, sejumlah korban luka mendapat perawatan intensif. Di antaranya Maha al-Jassem, warga Suriah, bersama putrinya Razan al-Jassem yang turut terluka dalam serangan udara. Keduanya dirawat bersama puluhan korban lain yang mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan yang menghantam sebuah bangunan di kota Riyaq, distrik Baalbek, meningkat menjadi 12 orang. Lebih dari 30 orang dilaporkan terluka berdasarkan penghitungan awal. Bangunan yang menjadi sasaran dilaporkan hancur sepenuhnya. Kelompok Hizbullah mengumumkan kematian salah satu pemimpinnya, Hussein Mohammad Yaghi, menyusul serangan tersebut.
Pada hari yang sama, para pelayat mengiringi pemakaman tiga pejuang Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel di desa Nabi Sheet. Prosesi berlangsung di tengah suasana duka dan penjagaan ketat.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, memperingatkan bahwa serangan yang terus berlangsung berpotensi memperburuk situasi keamanan dan mengganggu upaya diplomatik yang tengah dilakukan pemerintah Lebanon bersama sejumlah negara mitra untuk menjaga stabilitas. Gelombang serangan terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang masih membayangi sejak kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.