Demonstran Pro-Palestina Serukan Boikot Film Terbaru Marvel Captain America Karena Diperankan Mantan Tentara Israel
Film ini juga memasukkan karakter agen Mossad bernama Sabra.
Puluhan demonstran pro-Palestina berdemo menentang peluncuran film Captain Amerika: Brave New World. Mereka menggelar aksi di dekat karpet merah di lokasi premiere film ini di Los Angeles pada Selasa (11/2).
Mereka juga mengajak masyarakat memboikot film yang akan rilis pada Jumat (14/2) besok karena diperankan oleh mantan tentara Israel, Shira Haas. Haas berperan sebagai pahlawan dalam film ini.
Dalam aksinya, para demonstran membawa sejumlah poster bertuliskan "Disney mendukung genosida", "Sabra harus keluar", dan #Pray4Jasmine". Mereka juga meneriakkan "Free, free, free Palestina" dan "Disney, Disney, kalian tidak bisa sembunyi", seperti yang dilaporkan Variety.
Dikutip dari Middle East Eye, Kamis (13/2), seruan boikot film ini dimulai pada 2022, ketika Marvel mengumumkan Ruth Bat-Seraph, atau Sabra – agen Mossad dalam buku komik dari tahun 1980-an – akan diperkenalkan dalam film live-action. Tekanan untuk memboikot film tersebut meningkat setelah perang genosida Israel di Gaza, yang membunuh lebih dari 48.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Dalam komiknya, karakter Sabra mengenakan kostum biru-putih dengan jepitan jubah Bintang Daud dan secara luas dipandang sebagai personifikasi negara Israel.
Sabra juga merupakan istilah slang yang digunakan sebagian orang Israel untuk menggambarkan orang Yahudi yang lahir di Israel. Namun yang lebih simbolis bagi banyak pendukung pro-Palestina adalah nama Sabra identik dengan pembantaian Sabra dan Shatila pada tahun 1982, di mana 3.000 warga sipil – sebagian besar warga Palestina dan Lebanon – dibunuh oleh milisi Lebanon yang didukung tentara sekutu Israel.
Memasukkan karakter ini dinilai sebagai bentuk normalisasi kekerasan Israel terhadap warga Palestina. Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) kemudian menempatkan Disney, perusahaan induk Marvel, ke dalam daftar boikot.
"Batalkan atau jangan berlangganan Disney+!" jelas BDS dalam panduannya.
“Bagi Captain America, Marvel dan Disney menghidupkan kembali karakter rasis Ruth Bat-Seraph, yang latar belakangnya selama puluhan tahun termasuk bekerja untuk Mossad. Oleh karena itu, Disney+ jelas terlibat dalam memungkinkan terjadinya genosida Israel dengan tidak memanusiakan warga Palestina.”
Menanggapi reaksi tersebut, Marvel menyatakan mereka mengubah latar belakang karakter Ruth dan dia bukan lagi agen Mossad.
“Dia adalah generasi pertama Israel, tapi dia bukan Mossad,” kata produser Nate Moore baru-baru ini kepada The National.
"Sekarang dia bekerja di pemerintahan AS."
Namun pihak produksi tidak mendengarkan seruan untuk mengeluarkan Shira Haas dari film tersebut. Haas dilaporkan mengajukan diri untuk bertugas sebagai tentara Israel bahkan setelah secara medis dibebaskan dari tugas wajibnya sebagai warga negara Israel. Hal ini menyebabkan banyak orang tetap menyerukan boikot untuk film tersebut.