China Rilis Video AI Sindir Telak AS
Apa bentuk sindiran yang dilakukan oleh China? Berikut adalah penjelasannya.
Ketegangan diplomatik antara China dan Amerika Serikat memasuki babak baru di dunia digital. Kedutaan Besar China di AS baru-baru ini merilis video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang secara terbuka menyindir Presiden Donald Trump terkait kebijakan luar negerinya di kawasan Amerika Latin.
Video berdurasi 18 detik berjudul "Shield of the Americas, or shackles of the Americas?" ini diproduksi oleh kantor berita negara China, Xinhua.
Animasi tersebut menampilkan seekor elang botak sebagai simbol nasional AS yang mengenakan jas dan memimpin pertemuan dengan sekelompok merpati putih yang melambangkan negara-negara Amerika Latin.
Dalam adegan yang provokatif, si elang menekan tombol merah yang memicu ledakan bom atom, lalu menawarkan "perlindungan" menggunakan perisai berwarna merah, putih, dan biru.
Namun, perisai tersebut seketika berubah menjadi sangkar yang menjebak merpati-merpati yang ketakutan.
"Tenang saja, terkadang keamanan datang dengan sedikit kendali," ujar karakter elang dalam video tersebut, sebuah sindiran langsung terhadap hegemoni AS.
Unggahan ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Trump memperingatkan adanya "pengaruh asing yang bermusuhan" dalam pertemuan Shield of the Americas Summit di Florida. KTT tersebut dihadiri oleh para pemimpin sayap kanan dan kanan-tengah dari 12 negara Amerika Latin.
Dalam pertemuan itu, Trump menegaskan komitmennya untuk menyingkirkan pengaruh China di belahan bumi Barat, termasuk isu strategis terkait Terusan Panama.
"Kami akan menolak pesaing dari luar kawasan ini untuk menempatkan pasukan atau kemampuan lain yang mengancam... di belahan bumi ini," tegas Trump.
Salah satu poin panas dalam perselisihan ini adalah klaim Trump yang menyebut China "mengoperasikan" Terusan Panama.
Namun, laporan CNN mengklarifikasi bahwa sebuah perusahaan berbasis di Hong Kong memang memiliki dua terminal pelabuhan di ujung kanal, tetapi hanya mengelola terminal tersebut, bukan mengoperasikan kanal secara keseluruhan.
Meski Mahkamah Agung Panama baru-baru ini memutus ilegal pengaturan terminal tersebut, sebuah keputusan yang disebut China "memalukan", Trump terus menggunakan isu ini untuk menegaskan kembali pengaruh AS di kawasan yang selama beberapa dekade terakhir telah mempererat hubungan komersial dan infrastruktur dengan China.
Dampak Ekonomi China
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadi salah satu mitra dagang utama bagi banyak negara di Amerika Latin dan aktif membiayai proyek-proyek strategis berskala besar.
Salah satu contoh terbaru adalah mega-pelabuhan Chancay di Peru, yang diresmikan pada tahun 2024 dengan dukungan dari perusahaan pelayaran asal China, COSCO Shipping.
Pelabuhan ini secara signifikan mengurangi waktu transportasi laut antara Amerika Selatan dan Asia. Pertumbuhan perdagangan antara kedua wilayah ini juga mencerminkan hubungan yang semakin erat.
Berdasarkan data dari Administrasi Umum Bea Cukai China, antara Januari dan November 2025, ekspor China ke Amerika Latin mengalami peningkatan sebesar 9,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
Bahkan negara-negara yang secara politik dekat dengan Amerika Serikat tetap menjaga hubungan ekonomi yang kuat dengan China.
Di Argentina, misalnya, impor dari China melampaui USD 16 miliar pada tahun 2025, meningkat 57,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun Presiden Argentina, Javier Milei, dianggap sebagai salah satu sekutu paling dekat Trump di kawasan tersebut.