Bermula dari 3 Bocah Makan Kelelawar, 50 Orang Kemudian Tewas karena Penyakit Misterius
Lebih dari 50 orang tewas akibat penyakit misterius di Kongo yang diduga berasal dari konsumsi kelelawar, dengan penyelidikan masih berlangsung.
Sebuah wabah penyakit misterius telah mengguncang Kongo barat laut, menewaskan lebih dari 50 orang dalam waktu lima pekan terakhir. Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada 21 Januari 2025 dan telah menginfeksi lebih dari 400 orang. Angka kematian yang tinggi menjadi perhatian serius, di mana sebagian besar korban meninggal hanya dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejala.
Gejala yang dilaporkan oleh para korban meliputi demam tinggi, muntah, dan pendarahan internal. Gejala ini mirip dengan penyakit demam berdarah seperti Ebola dan Marburg.
Namun, pengujian laboratorium telah mengesampingkan kemungkinan penyakit-penyakit tersebut sebagai penyebab wabah ini. Beberapa kasus juga menunjukkan hasil positif untuk malaria, meskipun belum dipastikan apakah malaria merupakan penyebab utama kematian.
Wabah ini diduga bermula di Desa Boloko setelah tiga anak mengonsumsi kelelawar. Mereka dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejala. Wabah kedua muncul di Desa Bomate pada 9 Februari 2025, menambah jumlah korban yang terinfeksi dan meninggal dunia.
Sumber Wabah dan Penyebaran
Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh para ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sampel dari beberapa kasus telah dikirim ke Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis di Kinshasa untuk pengujian lebih lanjut. Meskipun tes awal menunjukkan hasil negatif untuk Ebola, Marburg, dan penyakit demam berdarah lainnya, beberapa sampel positif malaria.“
Kami masih mencari tahu penyebab pasti dari wabah ini,” ujar Dr. Jean-Pierre, seorang ahli epidemiologi yang terlibat dalam penyelidikan. “Kecepatan penyebaran dan tingkat kematian yang tinggi sangat mengkhawatirkan, dan kami berupaya keras untuk mengidentifikasi patogen yang bertanggung jawab.”
Keberadaan kelelawar sebagai sumber potensi penyakit zoonosis menjadi perhatian utama. Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan konsumsi hewan liar di Afrika semakin meningkat. WHO mencatat bahwa dalam satu dekade terakhir, terdapat peningkatan lebih dari 60% dalam wabah penyakit zoonosis di benua tersebut.
Kekhawatiran dan Upaya Pencegahan
Kekhawatiran akan penyebaran penyakit ini semakin meningkat seiring dengan tingginya angka kematian. WHO dan pemerintah Kongo telah meningkatkan pengawasan serta upaya pencegahan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Langkah-langkah pencegahan yang diambil termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya konsumsi hewan liar dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan liar, terutama kelelawar, untuk mencegah potensi penularan penyakit,” tambah Dr. Jean-Pierre. “Pencegahan adalah kunci untuk menghindari wabah lebih lanjut.”
Saat ini, penyebab pasti penyakit misterius di Kongo masih belum diketahui. Meskipun beberapa kasus menunjukkan hasil positif untuk malaria, belum ada kepastian apakah malaria merupakan penyebab utama kematian. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi patogen yang bertanggung jawab dan mengembangkan strategi pengendalian yang efektif.