Datang pada Saat Kritis, Igor Tudor Emban Tugas Berat Selamatkan Tottenham Hotspur dari Ancaman Degradasi
Setelah pemecatan Thomas Frank pada 11 Februari, manajemen Tottenham Hotspur segera mengangkat Igor Tudor sebagai manajer sementara.
Tottenham Hotspur tidak ingin berlama-lama dalam mencari manajer baru. Setelah memecat Thomas Frank pada 11 Februari lalu, manajemen The Lilywhites segera mengangkat Igor Tudor sebagai manajer interim hingga akhir musim ini.
Posisi Tottenham di klasemen saat ini memang tidak memungkinkan mereka untuk bersantai. Saat ini, Tottenham Hotspur berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League dengan 29 poin, hanya unggul lima poin dari West Ham United yang terjebak di posisi ke-18, yang merupakan batas zona degradasi.
Menurut laporan dari BBC Sport, pihak manajemen Tottenham berharap manajer baru sudah dapat memimpin latihan ketika para pemain kembali berkumpul pada hari Senin (16/02/2026). Akhirnya, pilihan jatuh kepada Igor Tudor.
Sebelumnya, Tudor berstatus tanpa klub setelah dipecat oleh Juventus pada Oktober 2025. Di Juventus, dia mengalami periode buruk dengan delapan laga tanpa kemenangan, yang menyebabkan timnya terperosok ke posisi kedelapan klasemen sementara Serie A. Kini, Tudor mendapatkan kesempatan baru untuk menyelamatkan Tottenham Hotspur dari ancaman degradasi.
Tantangan Besar
Tudor adalah sosok yang memiliki reputasi tinggi dalam dunia sepak bola. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia telah menangani beberapa klub besar seperti Lazio, Marseille, Galatasaray, dan Udinese.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah ketika ia berhasil membawa Hajduk Split meraih gelar Piala Kroasia pada tahun 2013. Sebagai mantan pemain, prestasinya bahkan lebih gemilang. Ia menghabiskan sembilan tahun di Juventus, di mana ia berhasil meraih dua gelar Serie A dan tampil di final Liga Champions pada tahun 2003. Selain itu, Tudor juga merupakan bagian dari tim nasional Kroasia yang meraih tempat ketiga di Piala Dunia 1998.
Namun, meskipun memiliki catatan prestasi yang mengesankan, hal tersebut tidak menjamin kesuksesan Tudor di Tottenham Hotspur. Ia kini menghadapi tantangan yang nyata, yaitu meningkatkan semangat tim, menjauhkan klub dari ancaman degradasi, serta mengembalikan stabilitas di ruang ganti. Semua itu memerlukan usaha dan strategi yang tepat agar bisa meraih hasil yang diinginkan. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Tudor diharapkan dapat membawa Tottenham menuju jalur kemenangan.
Hanya Sementara atau Awal Era Baru?
Walaupun saat ini Tudor menjabat sebagai manajer interim, ada kemungkinan baginya untuk diangkat menjadi manajer tetap, asalkan hasil yang diperoleh memuaskan.
Sebenarnya, Spurs juga tengah mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Edin Terzic dan Marco Rose. Untuk rencana jangka panjang, Mauricio Pochettino diisukan bisa kembali ke London Utara setelah kontraknya dengan Timnas Amerika Serikat berakhir.
Selain itu, Roberto De Zerbi juga termasuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan. Saat ini, perhatian publik tertuju kepada Igor Tudor.
Pertanyaannya adalah, dapatkah dia menyelamatkan The Lilywhites dari ancaman degradasi, atau justru ini menjadi awal dari sebuah era baru bagi Tottenham? Hanya waktu yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Sumber: BBC Sport