Bojan Hodak Sentil Wasit setelah Persib Kandas di 16 Besar AFC Champions League 2
Perjalanan Persib Bandung dalam ajang AFC Champions League 2025/2026 harus terhenti di babak 16 besar.
Langkah Persib Bandung di AFC Champions League 2025/2026 harus terhenti di babak 16 besar. Maung Bandung tidak berhasil melanjutkan perjalanan mereka ke perempat final setelah kalah agregat dari tim Thailand, Ratchaburi FC. Pada leg kedua yang berlangsung di Stadion GBLA, Kota Bandung, pada Rabu malam (18/2/2026), Persib hanya mampu meraih kemenangan tipis dengan satu gol dari Andrew Jung. Meskipun demikian, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan, mengingat pada leg pertama yang digelar pada 11 Februari lalu, Persib harus menelan kekalahan 0-3 di markas Ratchaburi, Thailand.
Situasi semakin sulit bagi Persib ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Uilliam Barros mendapatkan kartu merah pada masa injury time babak pertama. Keadaan ini membuat kekuatan Maung Bandung pincang pada babak kedua. Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan penilaian bahwa anak asuhnya telah tampil cukup baik, khususnya di babak pertama. Ia menegaskan bahwa timnya mampu menciptakan beberapa peluang, bahkan sempat mencetak gol yang akhirnya dianulir. "Saya percaya jika kami bermain dengan sebelas pemain, kami bisa lolos," tegas Bojan Hodak setelah pertandingan.
Soal wasit
Pelatih Persib yang berasal dari Kroasia, Bojan, mengungkapkan pandangannya mengenai kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani. Meskipun ia enggan menjelaskan lebih lanjut, Bojan memberikan sinyal bahwa terdapat beberapa keputusan yang layak untuk dipertanyakan. "Sayangnya saya tidak bisa banyak berbicara. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan, bukan hanya soal keputusan itu, tetapi banyak hal lainnya," ungkap Bojan. Ia juga menambahkan bahwa manajemen Persib akan mengajukan keberatan secara resmi kepada federasi agar masalah ini dapat ditinjau kembali.
Namun, Bojan menyadari bahwa, terlepas dari hasil yang akan didapat, kenyataannya Persib harus meninggalkan kompetisi level Asia untuk musim ini. Hal ini tentu menjadi sebuah kenyataan pahit bagi tim dan para pendukungnya. Meskipun ada harapan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, keputusan yang diambil oleh wasit tetap menjadi bagian yang tidak bisa diubah. Dengan segala pertimbangan yang ada, Bojan berharap agar semua pihak dapat memahami situasi yang dihadapi oleh timnya saat ini.
Langkah Berat
Menurut Bojan, masalah utama sebenarnya muncul pada leg pertama ketika performa tim tidak memenuhi ekspektasi. "Saya rasa masalah sebenarnya ada di pertandingan pertama. Di laga itu, kami tidak berada di level yang seharusnya. Itu kenyataannya. Sekarang kami harus fokus ke liga kembali," ucapnya. Meskipun timnya tersingkir, Bojan tetap berusaha melihat sisi positif dari penampilan mereka, khususnya saat babak pertama leg kedua. "Yang jelas jika kami bermain seperti di babak pertama tadi, saya yakin kami bisa meraih hasil yang baik," tegas pelatih berusia 54 tahun ini.