Momen Peluk Denada Jadi Sorotan, Irfan Hakim Akhirnya Angkat Bicara
Irfan Hakim menjelaskan tuduhan bahwa ia membela Denada dalam kasus gugatan penelantaran anak yang diajukan oleh Ressa Rizky Rosano.
Irfan Hakim menjadi sorotan netizen setelah aksinya merangkul Denada yang sedang menangis dalam sebuah program di stasiun TV swasta.
Ia dituduh membela Denada yang tengah menghadapi gugatan senilai Rp7 miliar oleh Ressa Rizky Rossano di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, terkait dugaan penelantaran anak. Dalam klip yang viral di media sosial, Denada terlihat memegang mikrofon dan tersenyum, namun suasana berubah ketika senyumnya berganti menjadi tangisan. Beberapa selebriti, termasuk Caren Delano, kemudian menghampiri dan memeluk pelantun lagu "Sambutlah" tersebut.
Akibat momen tersebut, banyak netizen yang menuduh Irfan Hakim bersikap melindungi Denada. Untuk meredakan situasi yang semakin memanas, ia pun mengunggah video klarifikasi di akun Instagram miliknya pada Jumat (30/12).
Dalam video tersebut, Irfan menyesalkan narasi yang menyebutkan bahwa ia melindungi Denada.
"Gue ini adalah seorang anak, gue juga seorang bapak. Jadi gue tidak membenarkan itu semuanya. Lalu kenapa sikap gue katanya merangkul Denada, melindungi. Mungkin begini, hampir sebagian besar orang mendengarkan hanya dari satu pihak saja," ungkapnya.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa ia berusaha mendengarkan kedua belah pihak dalam situasi ini.
"Mungkin, gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak. Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue pun menerima cerita pihak Denada yang belum bisa disebarluaskan. Dan saya tidak berpihak kepada salah satu pun," tambahnya.
Sebagai pihak yang netral, Irfan Hakim menegaskan bahwa Ressa Rizky Rossano berhak untuk bersuara, begitu pula dengan Denada.
"Apakah yang disampaikan Ressa Rizky Rossano atau Denada itu benar, tidak ada yang tahu kecuali Tuhan," tutupnya.
Tuduhan yang ditujukan kepada Irfan Hakim telah memicu polemik yang cukup besar
Statement Denada kepada Irfan Hakim dan teman-teman dalam lingkar pergaulannya masih menjadi rahasia. Hanya Denada yang berhak mengungkapkan informasi tersebut. Kasus gugatan senilai Rp7 miliar ini kini memasuki fase baru setelah kuasa hukum Denada mulai berbicara. Menanggapi pernyataan kuasa hukum Denada.
"Pagi hari ini gue buka berita, ternyata katanya pihak kuasa hukumnya Denada sudah mulai membuka pengakuan, mengaku Denada bahwa dia adalah anaknya. Alhamdulillah," kata dia.
Situasi ini menunjukkan bahwa Denada masih memiliki kendali penuh atas informasi yang ingin disampaikan mengenai kasusnya. Keputusan Irfan Hakim untuk berbicara di media menunjukkan bahwa dia ingin transparan mengenai perkembangan kasus ini. Meskipun demikian, hanya Denada yang dapat memberikan penjelasan yang akurat terkait situasi ini. Dengan adanya pengakuan tersebut, diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.
Langkah awal yang positif
Irfan Hakim berharap bahwa momen ini dapat menjadi langkah awal yang positif, di mana komunikasi dan hubungan antara ibu dan anak dapat terjalin dengan baik dan saling pengertian. Ia juga mendoakan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi. Setelah menyampaikan harapannya, Irfan Hakim kembali menyampaikan permintaan maaf.
"Jadi jika statement saya dianggap mengecewakan, mohon maaf tapi sebetulnya tidak seperti itu kejadiannya. Masalah waktu yang diputarbalikkan, framing, akhirnya membuat kesannya saya mendukung salah satu pihak," ujarnya.
Tidak memihak
Irfan Hakim menekankan bahwa peran host atau pemandu acara seharusnya tidak memihak kepada salah satu narasumber. Prinsip ini selalu dijunjung tinggi oleh Irfan Hakim, bahkan saat menghadapi konflik antara Ressa Rizky Rossano dan Denada yang sedang berlangsung di pengadilan.
"Saya harus netral. Saya pun melakukan hal itu sampai detik ini," ungkapnya. Ia menambahkan, "Oke seperti itu, terima kasih hujatannya, terima kasih tuduhannya, terima kasih kata-kata kasarnya, tidak hanya kepada saya tapi bahkan kepada anak-anak, istri, dan keluarga saya," jelas Irfan Hakim, menegaskan komitmennya untuk tetap objektif dalam menjalankan tugasnya sebagai pemandu acara.