Transformasi SDM SIG Berbuah Manis, Sabet Tiga Penghargaan HR Excellence 2026
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga penghargaan Indonesia HR Excellence 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kesuksesan transformasi SDM SIG dalam mendorong inovasi dan kinerja perusahaan.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menyabet tiga penghargaan prestisius dalam ajang Indonesia HR Excellence 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen SIG dalam melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terbukti mendukung inovasi, digitalisasi, serta peningkatan kinerja perusahaan secara signifikan.
Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan kembali pengakuan nasional terhadap upaya SIG dalam membangun SDM yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, kualitas SDM menjadi faktor krusial penentu daya saing perusahaan.
Penghargaan ini diserahkan kepada Hadi Setiadi oleh Dewan Juri Indonesia HR Excellence 2026, Priyantono Rudito, dalam rangkaian acara Indonesia HR Excellence Conference and Awarding 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 Juni 2026. Ajang tahunan ini merupakan kolaborasi antara SWA Media Group bersama Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) yang memberikan apresiasi atas kinerja pengelolaan SDM lintas industri.
Pengakuan Nasional atas Keunggulan Transformasi SDM SIG
Pada ajang Indonesia HR Excellence 2026, SIG berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dengan predikat Excellent, yang merupakan predikat tertinggi dalam kompetisi tersebut. Kategori penghargaan yang diraih meliputi Learning & Development (L&D), HR Digitalization & People Analytics, serta Wellbeing Management.
Penilaian dalam ajang ini dilakukan oleh para profesional dan akademisi terkemuka melalui berbagai parameter ketat. Parameter tersebut mencakup inovasi, keselarasan dengan strategi bisnis, hingga dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
Capaian ini membuktikan bahwa transformasi SDM SIG tidak hanya berfokus pada aspek internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap daya saing dan pertumbuhan bisnis. SIG memandang human capital bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan sebagai 'enabler' atau penggerak utama pertumbuhan kinerja perusahaan.
Strategi Human Capital sebagai Penggerak Pertumbuhan Bisnis
SIG menempatkan pengembangan human capital sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya untuk memastikan perusahaan mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh secara berkelanjutan. Melalui Human Capital Architecture, SIG fokus mempercepat penguasaan kapabilitas kritikal.
Kapabilitas ini mendukung operational excellence, digital and commercial agility, serta cost transformation. Pendekatan ini memungkinkan SIG untuk terus menghadirkan praktik pengelolaan SDM yang memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Komitmen terhadap pengembangan SDM ini juga sejalan dengan keyakinan bahwa kualitas SDM merupakan kunci utama penentu daya saing di tengah persaingan industri yang ketat.
Digitalisasi dan Inovasi dalam Pengelolaan SDM SIG
Transformasi pengelolaan SDM di SIG diperkuat melalui pengembangan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics. Sistem ini mengintegrasikan strategi human capital dengan pengambilan keputusan berbasis data.
Platform People Analytics didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan proses pengambilan keputusan berlangsung lebih cepat, akurat, dan relevan dengan kebutuhan bisnis. Sebagai bagian dari transformasi ini, SIG meluncurkan platform digital Elevate pada awal tahun 2026.
Platform yang dikembangkan secara internal ini dirancang untuk mengelola siklus kinerja dan pengembangan karyawan dari hulu ke hilir, mulai dari penetapan KPI, pemantauan capaian, evaluasi kinerja, hingga perencanaan pembelajaran dan pengembangan talenta. Digitalisasi pengelolaan SDM juga diperkuat melalui sebuah dashboard yang memungkinkan perusahaan memantau, menganalisis, dan mengidentifikasi efektivitas serta efisiensi pengelolaan biaya.
Pengembangan Talenta dan Budaya Inovasi SIG
Pada aspek pengembangan talenta, SIG menerapkan pendekatan yang memastikan setiap program pembelajaran dan pengembangan secara langsung mendukung penguasaan kompetensi kritikal yang dibutuhkan bisnis.
Selain fokus pada pengembangan kompetensi, SIG juga terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan. Melalui berbagai program dan kompetisi inovasi, SIG mendorong lahirnya solusi kreatif yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja.
Upaya ini berhasil meningkatkan jumlah inovasi sebesar 23 persen menjadi 1.243 inovasi pada tahun 2025. Partisipasi karyawan dalam program inovasi juga mencapai 9.376 orang, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hadi Setiadi menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman merupakan fondasi bagi produktivitas, keterlibatan, dan kinerja yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews