Trans Banten Gratis hingga Akhir 2025: Uji Coba Layanan Bus Umum di Serang, Ini Rutenya!
Pemerintah Provinsi Banten luncurkan uji coba Trans Banten dengan layanan gratis hingga akhir 2025. Cari tahu rute, jam operasional, dan sistem pembayaran non-tunainya di sini!
Pemerintah Provinsi Banten secara resmi memulai uji coba operasional layanan transportasi umum Trans Banten. Program ini menawarkan layanan gratis bagi masyarakat mulai Sabtu, 4 Oktober, dan akan berlangsung hingga akhir Desember 2025. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih akrab dengan penggunaan transportasi publik.
Layanan bus Trans Banten ini secara khusus ditargetkan untuk pelajar, mahasiswa, serta pegawai instansi pemerintah di wilayah Kota Serang dan sekitarnya. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa periode gratis ini bertujuan untuk membiasakan pengguna dengan sistem pembayaran non-tunai menggunakan kartu uang elektronik khusus. Hal ini menjadi langkah awal menuju modernisasi sistem pembayaran transportasi di daerah tersebut.
Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, menambahkan bahwa layanan gratis ini merupakan bentuk hadiah spesial bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-25 Provinsi Banten. Kehadiran Trans Banten juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus menekan angka kemacetan di jalur-jalur utama Kota Serang yang semakin padat.
Gratis hingga Akhir 2025: Pembiasaan Non-Tunai Trans Banten
Uji coba layanan Trans Banten yang digratiskan hingga akhir Desember 2025 ini memiliki tujuan strategis. Pemerintah Provinsi Banten ingin membiasakan masyarakat, khususnya para pengguna, untuk mengadopsi sistem pembayaran non-tunai. Gubernur Banten, Andra Soni, menjelaskan bahwa nantinya akan ada kartu khusus yang digunakan penumpang untuk melakukan tap.
“Semoga bisa bermanfaat untuk khususnya pelajar dan mahasiswa, dan Insya Allah sampai dengan akhir Desember ini gratis. Nanti akan ada kartu khusus yang dimiliki oleh penumpang untuk di-tap. Jadi selama tiga bulan itu pembiasaan menggunakan tap,” ujar Andra Soni di Kota Serang.
Setelah masa gratis berakhir, tarif Trans Banten akan dihitung dengan skema subsidi dari pemerintah daerah. Skema ini akan melibatkan Bank Banten sebagai mitra utama dalam pengelolaan transaksi. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menegaskan bahwa sistem pembayaran akan sepenuhnya berbasis cashless, dan semua perbankan dapat digunakan untuk kartu uang elektronik.
Rute Strategis dan Target Pengguna Trans Banten
Trans Banten dirancang untuk melayani berbagai segmen masyarakat, dengan fokus utama pada pelajar dan mahasiswa. Rutenya melewati sejumlah kampus penting di Kota Serang. Selain itu, layanan ini juga menjangkau fasilitas publik dan instansi pemerintah yang sering diakses oleh masyarakat umum.
“Awalnya ini kan kampus-kampus, ada lima kampus. Juga bisa dimanfaatkan oleh pegawai Pemprov Banten, ada RSUD, PLN, Polda, KPU, BNN, BPN, laboratorium, Stikes. Banyak sekali area publik yang dilalui. Semoga bermanfaat dan terus berkembang,” jelas Gubernur Andra Soni.
Secara total, Trans Banten akan melayani 14 titik pemberhentian strategis di jalur Serang. Titik-titik ini mencakup Halte DPRD, RSUD Banten, Samsat Kota Serang, STIKes/BNN, Halte Parung, Halte PLUT, hingga Terminal Pakupatan. Penentuan rute ini diharapkan dapat memaksimalkan jangkauan layanan dan mempermudah aksesibilitas bagi banyak warga.
Operasional dan Pengembangan Trans Banten
Layanan Trans Banten saat ini mengoperasikan dua unit bus armada Damri dengan sistem kontrak. Setiap bus memiliki kapasitas antara 30 hingga 37 penumpang. Jadwal keberangkatan diatur setiap jam, dengan total 12 jadwal keberangkatan setiap hari, mulai dari pagi hingga sore hari. Keberangkatan pertama dilakukan pukul 06.00 WIB dari Terminal Pakupatan dan Halte Sindangsari, sementara keberangkatan terakhir pada pukul 17.00 WIB.
Meskipun telah beroperasi, Tri Nurtopo mengakui adanya beberapa kekurangan fasilitas, terutama terkait halte. “Tadi ada beberapa fasilitas untuk naik turun, tapi belum ada halte. Nanti akan dipasang rambu, halte juga akan disiapkan,” ujarnya. Pengembangan fasilitas ini menjadi prioritas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang Trans Banten.
Kerja sama dengan Bank Banten juga menjadi kunci dalam pengelolaan transaksi dan pengembangan sistem. “Bank Banten nanti yang terima, karena maunya kartu tap-nya kayak Bank Banten, duitnya otomatis diisi,” kata Tri Nurtopo, menyoroti integrasi sistem perbankan lokal untuk mendukung operasional Trans Banten. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem transportasi publik di Banten.
Sumber: AntaraNews