Tolak Kampanye Benci Produk Luar, Produk Asing Harus jadi Motivasi Berkompetisi

Kamis, 4 Maret 2021 12:46 Reporter : Dwi Aditya Putra
Tolak Kampanye Benci Produk Luar, Produk Asing Harus jadi Motivasi Berkompetisi Industri Perakitan Mobil. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengaku, tidak sepakat dengan kampanye membenci produk luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Secara khusus, dirinya mendukung program bangga buatan Indonesia, namun tidak harus membenci produk luar.

"Iya statementnya Pak Presiden (Jokowi) yang terakhir saya dengar kalau tidak salah kita harus mencintai produk dalam negeri setuju. Tapi bukan berarti membenci produk asing. Bukan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (4/3).

Dia mengatakan, produk-produk dari luar negeri justru harus menjadi motivasi supaya UMKM di Indonesia mampu berkompetisi. Baik secara produk, maupun harga jual. "Jadi produk asing itu sebagai motivasi supaya kita berkompetisi," imbuh dia.

Dia menambahkan, upaya pemerintah dalam mendukung program bangga buatan Indonesia, harus dimulai dari pemerintah sendiri. Misalnya saja, paling sederhana mengganti mobil dinas menggunakan mobil buatan anak bangsa.

"Pemerintah harus mulai berpikir produk-produk yang digunakan misalnya mobil dinasnya mulai dari kepresidenan sampai menteri jangan beli produk impor dong, misalnya produk dalam negeri mobil nasional. Itu kan bagus," kata dia.

Dia mencontohkan, beberapa negara tetangga Indonesia bahkan semuanya hampir menggunakan kendaraan dinasnya dari produk dalam negeri. Misalnya saja di Malaysia dan Vietnam.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Wajib Beri Contoh Cinta Produk Lokal

beri contoh cinta produk lokal rev1

Kemudian kedua, mengenai pengadaan barang dan jasa. Selama ini pemerintah juga masih mengimpor. Hanya sebagian kecil yang menggunakan produk dalam negeri.

"Pengadaan barang impor mesin peralatan dan produk untuk anak-anak, pembangunan infrastruktur dan sebagainya teknologi-teknologi masih impor. Kita harus bisa, caranya pengadaan barang jasa hanya beberapa persen harus dari produk dalam negeri," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk bisa menggaungkan cinta produk Indonesia dan membenci produk luar negeri.

"Ajakan produk Indonesia harus digaungkan, produk dalam negeri gaungkan, gaungkan benci produk-produk dari luar negeri, bukan hanya cinta, tapi benci produk luar negeri. Sehingga betul-betul masyarakat jadi konsumen yang loyal produk Indonesia," tegasnya.

[bim]

Baca juga:
Bos BKPM: Indonesia Kaya Tapi Tak Pernah Jadi 10 Besar Negara Pemain Global
Stok Menipis, Dishanpan Jateng akan Impor Bawang Putih dari China
Kualitas Semakin Diakui, Ekspor Kakao Jembrana Terus Meningkat
Pemerintah Dorong Pengusaha Perikanan Jaga Kualitas Demi Genjot Ekspor Saat Pandemi
Meski Pandemi, Ekspor Kendaraan DFSK Tumbuh Lebih 200 Persen di Tahun Lalu
Jokowi: Kita Harus Pastikan Transformasi Digital Jangan Hanya Menambah Impor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini