Unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ricuh pada Kamis (22/10/2026). Satu motor listrik milik kampus dibakar dan seorang mahasiswa diamankan polisi. Peristiwa ini terjadi di sekitar Pintu 1 Unhas.
Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut berlangsung sejak siang hingga malam di depan Pintu 1 Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Selain menyuarakan tuntutan politik dan lingkungan, massa sempat memblokade jalan sehingga menimbulkan kemacetan panjang.
Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menyebut aksi pada mulanya berjalan damai. Kampus melakukan pendekatan persuasif agar akses lalu lintas tetap terbuka. "Memang mahasiswa sempat melakukan orasi di jalan raya depan Pintu 1 Unhas, yang menyebabkan terjadi kemacetan. Pihak kampus memfasilitasi dan melakukan pendekatan persuasif agar mahasiswa tetap memberi akses kepada pengguna jalan," kata Ishaq kepada wartawan.
Menurut Ishaq, rangkaian utama unjuk rasa telah selesai sekitar pukul 17.30 Wita. Namun sekitar 30 orang masih bertahan di sekitar gerbang kampus, lalu terjadi provokasi dan perusakan fasilitas. "Sekitar pukul 18.30 Wita, kelompok massa ini mulai melakukan provokasi, dengan cara merusak fasilitas kampus, melakukan pembakaran, termasuk membakar satu motor listrik WesGo Unhas," ujarnya.
Identitas kelompok yang bertahan itu belum jelas. Mereka disebut memakai masker dan banyak yang mengenakan hoodie, meski beberapa di antaranya diketahui mahasiswa Unhas. "Tidak dapat diidentifikasi jelas, soalnya menggunakan masker. Sebagian besar menggunakan baju hoodie (berpenutup kepala). Tapi ada beberapa oknum mahasiswa Unhas yang sudah diidentifikasi," katanya.
Petugas keamanan kampus berupaya menenangkan situasi, memadamkan api pada kendaraan yang terbakar, serta membuka blokade di area Pintu 1. Upaya itu mendapat perlawanan. "Kelompok massa ini, di mana terdapat juga beberapa oknum mahasiswa, justru menyerang petugas keamanan kampus, menggunakan batu dan busur," ungkapnya.
Di tengah kericuhan, seorang mahasiswa diamankan polisi dan dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk pemeriksaan. Ia diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan angkatan 2025 berinisial RA. "Iya betul ada satu mahasiswa yang diamankan," terangnya.
Pihak kampus menegaskan tindakan perusakan terjadi setelah unjuk rasa utama berakhir dan menyatakan akan memberi sanksi kepada pihak internal yang terbukti terlibat. "Terhadap oknum mahasiswa Unhas yang terbukti terlibat dalam aksi perusakan pada malam hari, setelah unjuk rasa selesai, Unhas akan bersikap tegas," tegas Ishaq.
Hingga malam, situasi di sekitar Pintu 1 Unhas kembali kondusif. Aparat kepolisian berseragam lengkap dan berpakaian preman masih berjaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380374/original/098843200_1792676955-1300285.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380415/original/028870400_1792683382-IMG-20261022-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380414/original/032503300_1792683116-IMG-20261022-WA0100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380373/original/086316700_1792676460-1792557082-1072x892.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380403/original/066782700_1792681480-IMG_20261022_211542_060.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380290/original/011228600_1792665749-1298887.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)