Demo Mahasiswa di Solo Diwarnai Bakar Ban dan Blokir Jalan

Ratusan mahasiswa dari BEM UNS menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Balai Kota Solo

arie.sunaryo
Oleh arie.sunaryo- Reporter
Demo Mahasiswa di Solo Diwarnai Bakar Ban dan Blokir Jalan
Mahasiswa di Solo gelar demo di Balai Kota. (Merdeka.com/Arie Sunaryo)

Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS) menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Balai Kota Solo, Kamis (22/10/2026). Setelah satu jam massa berorasi di depan balai kota, mereka merangsek ke Bundaran Gladag yang berjarak sekitar 300 meter. Massa memenuhi badan jalan depan patung Slamet Riyadi.

Aksi yang dimulai sejak sore hari itu berujung pada pemblokiran jalan dan pembakaran ban di Bundaran Gladag, depan patung Slamet Riyadi.

Koordinator aksi, Yusnindar Hasan menyampaikan aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan dan bagian dari gelombang kritik nasional dalam momentum evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.

"Kami menilai kepemimpinan Prabowo-Gibran telah gagal dalam menangani berbagai persoalan bangsa. Mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung tuntas, hingga berbagai kebijakan yang kami anggap tidak berpihak kepada rakyat," ujar Hasan.

Aksi dimulai sekira pukul 15.00 WIB dari depan Balai Kota Solo. Setelah melakukan orasi, massa kemudian bergerak berjalan kaki (long march) menuju kawasan Bundaran Gladag.

Sesampainya di Perempatan Gladag, sejumlah peserta aksi kembali berorasi dengan tuntutan yang sama. Menjelang akhir aksi, massa mahasiswa mulai memenuhi badan jalan.  Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju balai kota, keraton dan Pasarkliwon terhambat

Kondisi sempat panas saat peserta aksi membakar ban bekas. Kepulan asap hitam pekat memenuhi ujung jalan utana kota. Aparat kepolisian dari Polresta Surakarta tampak berjaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi dan melakukan rekayasa lalu lintas.

Usai Magrib, massa berangsur meninggalkan lokasi demo dengan tertib. Mereka juga berjanji akan terus menggelar aksi serupa jika tuntutan mereka tidak direspons oleh pemerintah pusat.

 

Aksi Kapolresta Mbah Con

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko enggan menyebut jumlah personel yang diturunkan. Pria yang akrab disapa mbah Con itu justru memberikan jawaban kocak. Ia menyebut aksi demo tersebut dengan istilah penyampaian aspirasi.

“Enggak ada pengamanan, yang ada pelayanan. Yang diturunkan saya sendiri nih, enggak ada kan polisi di sini. Wis cukup ya, ngopi,” candanya.

Mbah Con juga tak setuju ada pemblokiran jalan, meskipun para mahasiswa memenuhi badan jalan hingga ke jalur lambat.

“Enggak ada pemblokiran jalan. Meminjam jalan, kita alihkan arus lalu lintas. Kalau diblokir kan enggak boleh lewat, ini kan lewat tadi,” tukasnya.

Polisi jenaka tersebut bahkan memuji aksi para mahasiswa di Solo yang berjalan tertib dari awal hingga akhir. Aksi tersebut bahkan pantas dijadikan role model untuk aksi demo mahasiswa di kota lain.

‘Tertib, aman, damai. Ini bisa jadi role model untuk demonstrasi atau penyampaian aspirasi ke depan. Keren, warga Solo," pungkasnya.

 

Rekomendasi