Dari Kelas ke Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital Siswa Netra

Pertamina Foundation bagikan HP khusus dan pelatihan bagi siswa difabel netra di NTB. Tampilkan pesan inklusi di panggung MotoGP Mandalika.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Dari Kelas ke Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital Siswa Netra
Dari Kelas ke Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital Siswa Netra

Bagi sebagian orang, sebuah smartphone mungkin hanya perangkat komunikasi biasa. Namun, bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, gawai tersebut dapat berubah menjadi jendela dunia yang membuka akses materi pelajaran, informasi digital, hingga kemandirian belajar.

Semangat inklusivitas itulah yang diusung Pertamina Foundation melalui program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara. Sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan smartphone khusus yang dibekali aplikasi aksesibilitas untuk menunjang pendidikan mereka.

Menariknya, aksi kepedulian ini tidak berhenti di dalam ruang kelas. Sehari berselang, dua siswa penerima manfaat, Rendi dan Nindi, diajak naik ke panggung megah ajang balap dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10/2026). Momentum internasional ini membawa pesan kuat bahwa setiap anak memiliki potensi dan berhak atas kesempatan yang setara.

Setiap unit smartphone yang disalurkan telah dirancang khusus menggunakan fitur pembaca layar TalkBack serta teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia. Fitur ini memungkinkan siswa mengakses berbagai informasi digital,membaca buku pelajaran, hingga menjelajahi aplikasi edukasi secara mandiri cukup lewat suara.

Agar pemanfaatannya optimal, Pertamina tidak sekadar membagikan gawai, melainkan memberikan paket pendampingan dan pelatihan bertahap selama tiga bulan bagi siswa, guru, serta mentor pendamping.

Materi pelatihan mencakup navigasi dasar TalkBack, teknik pengetikan dan komunikasi, pemanfaatan aplikasi Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital.

"Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian. Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari," ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari.

Menggapai Cita-cita dari Lombok hingga Pelosok Negeri

Izron Harsan Sahilin, salah satu siswa penerima manfaat dari SLBN 2 Lombok Tengah, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat menerima gawai pendukung belajar tersebut.

"Saya senang mendapatkan bantuan smartphone ini. Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya," ungkap Izron.

Secara keseluruhan, program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara menjangkau 30 siswa difabel netra di empat wilayah Indonesia, yakni Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara. Pembagian di Lombok Tengah sendiri menyasar enam siswa SLBN 1 dan empat siswa SLBN 2.

Inisiatif ini selaras dengan komitmen Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Kehadiran anak-anak ini di Sirkuit Mandalika menegaskan kembali komitmen Pertamina bahwa masa depan yang inklusif dimulai ketika setiap anak diberi kesempatan dan dukungan untuk tumbuh menentukan masa depannya sendiri.

Rekomendasi