Tahukah Anda, Nilai MoU Penguatan Ekspor Pulp dan Kertas Indonesia ke Australia Melonjak 30%? Ini Kata Mendag RI
Menteri Perdagangan RI dan Sorbent Group Australia membahas Penguatan Ekspor Pulp dan Kertas Indonesia ke Australia. Dukungan pemerintah diharapkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan. Apa langkah selanjutnya?
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso dan Direktur Regional Australia dan Selandia Baru Sorbent Group Australia Steve Nicholson bertemu untuk membahas isu krusial. Pertemuan ini fokus pada penguatan peran Pemerintah Indonesia dalam menjaga keberlangsungan ekspor bubur kayu dan kertas (pulp and paper) ke Australia.
Diskusi penting tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Lokasi pertemuan strategis ini berada di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada tanggal 16 Oktober.
Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan pasokan produk pulp dan kertas Indonesia ke pasar Australia tetap berlanjut tanpa hambatan. Pembeli Australia secara khusus meminta dukungan pemerintah Indonesia agar dapat memfasilitasi dialog dengan para pelaku usaha produk kertas di negara mereka.
Dukungan Pemerintah RI untuk Pasar Australia
Mendag Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung sektor ekspor. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya untuk semakin memperkuat ekspor produk Indonesia ke pasar Australia.
Kementerian Perdagangan RI memiliki dua perwakilan perdagangan penting di Australia. Perwakilan tersebut adalah Atase Perdagangan (Atdag) RI di Canberra dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Sydney.
Kedua perwakilan ini siap memfasilitasi pembeli Australia yang ingin membeli produk-produk Indonesia. Mereka juga dapat membantu mendorong dialog antar pemerintah yang dibutuhkan oleh pembeli Australia serta pelaku usaha Indonesia yang ingin ekspor ke Australia.
Harapan Keberlanjutan Hubungan Dagang
Steve Nicholson dari Sorbent Group Australia menyampaikan harapannya terkait hubungan dagang. Ia berharap hubungan dengan eksportir Indonesia dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat dengan dukungan Pemerintah Indonesia.
Dukungan ini sangat diperlukan untuk memastikan kesinambungan pembelian produk-produk dari Indonesia. Hal ini krusial bagi produksi Sorbent Group di Australia yang mengandalkan bahan baku dari Indonesia.
“Kami harap hubungan kita akan terus berlanjut dan kami mengharapkan bantuan Pemerintah Indonesia agar dapat membantu membuka dialog dengan mitra di Australia,” kata Steve. Ia menambahkan, “Hal ini juga untuk menjaga kesinambungan produksi kami di Australia menggunakan bahan-bahan dari Indonesia.”
Lonjakan Nilai Transaksi dan Peran Perwakilan Dagang
Pada TEI tahun ini, Sorbent Group Australia menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembelian produk Indonesia senilai 260 juta dolar Australia. Nilai ekspor ini merupakan yang terbesar selama beberapa tahun terakhir, difasilitasi oleh Atase Perdagangan RI Canberra.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 30 persen dibandingkan MoU pada tahun 2024. Saat itu, nilai kesepakatan tercatat sebesar 200 juta dolar Australia.
Atdag RI Canberra Agung Haris Setiawan menegaskan kesiapan perwakilan perdagangan RI di Australia. Mereka siap membantu memfasilitasi berbagai kebutuhan pembeli yang ingin mendapatkan produk Indonesia.
“Kami dapat dihubungi untuk membantu buyer mendapatkan produk-produk Indonesia dan kami juga siap memfasilitasi eksportir Indonesia yang ingin memasuki pasar Australia,” ujar Haris.
Potensi Perdagangan Indonesia-Australia
Total perdagangan Indonesia dengan Australia mencapai 8,60 miliar dolar AS pada periode Januari-Agustus 2025. Angka ini menunjukkan dinamika perdagangan yang aktif antar kedua negara.
Pada tahun 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 15,41 miliar dolar AS. Ini mengindikasikan volume perdagangan yang substansial dan terus berkembang.
Ekspor utama Indonesia ke Australia meliputi struktur untuk bangunan, pipa, pupuk, hingga monitor dan proyektor. Sementara itu, impor utama Indonesia dari Australia mencakup batu bara, emas, bijih besi, dan gandum.
Sumber: AntaraNews