Stasiun Karet Akan Disulap Jadi Kawasan Publik Modern, Ini Detail Perubahannya
Stasiun Karet akan diintegrasikan dengan sistem transportasi modern di kawasan Duku Atas.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Asdo Artriviyanto, angkat bicara mengenai perubahan fungsi Stasiun Karet yang tidak lagi melayani naik-turun penumpang. Meski tidak lagi beroperasi sebagai stasiun penumpang, Stasiun Karet akan diintegrasikan dengan sistem transportasi modern di kawasan Duku Atas.
"Jadi stasiun karet, ini dari dulu memang gak ada rencana penutupan. Jadi stasiun karet ini diintegrasikan. Jadi ini sebenarnya rencana sudah lama ya, sejak tahun 2020," ujar Asdo dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (30/1).
Dia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta MRT Jakarta untuk menata kawasan Duku Atas agar lebih terhubung dan nyaman bagi masyarakat.
Bukti nyata dari upaya integrasi ini bisa dilihat dari pembangunan skybridge yang menghubungkan Stasiun Duku Atas dengan Stasiun Sudirman, serta selasar yang mengarah ke Stasiun BNI City.
"Bekerjasama sama dengan Pemda DKI, kemudian dengan MRT ya, untuk pengelolaan kawasan di seputar Duku Atas. Nah makanya kalau teman-teman lihat, ada skybridge yang melubungkan dari Duku Atas ke Sudirman. Terus dari Sudirman kita bikin slasar ke arah BNI City," tambah Asdo.
Menurut Asdo, kondisi Stasiun Karet saat ini sudah tidak lagi memenuhi standar sebagai tempat naik-turun penumpang. Oleh karena itu, operasionalnya dialihkan ke Stasiun BNI City yang memiliki fasilitas lebih modern, nyaman, serta peron yang lebih luas.
"Ya itu sebenarnya untuk mengintegrasikan. Ini sama, nanti karet itu akan kita integrasikan. Kalau teman-teman media lihat, kondisi karet memang sudah gak memenuhi syarat untuk naik turun penumpang," jelasnya.
Stasiun Karet tidak akan ditutup
Namun, Asdo menegaskan Stasiun Karet tetap akan berfungsi dan tidak akan ditutup sepenuhnya.
"Oleh karena itu penumpang akan naik turun melalui BNI City, yang lebih nyaman, lebih bagus stasiunnya dan peronnya lebih luas. Nah untuk pelanggan, tetap bisa mengakses dari karet. Karet tetap kita buka," katanya.
Alih-alih menjadi stasiun penumpang, Stasiun Karet akan disulap menjadi kawasan publik yang lebih ramah pejalan kaki. Area ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk tenant-tenant rapi dan modern yang menjual berbagai makanan dan minuman.
"Nah dengan diintegrasikannya karet ke BNI City ini, nanti di kawasan karet ini menjadi area untuk publik. Termasuk disitu akan dibuat tenan-tenan yang bagus, rapi, konsepnya sudah ada. Jadi pelanggan bisa menikmati wilayah stasiun karet ini menjadi pendestrian. Dan area publik untuk tenan, untuk jajanan dan sebagainya," ungkap Asdo.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyelesaikan pembangunan selasar kanopi yang akan menghubungkan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
"Dan ini kita sedang progres pembuatan selasar kanopi yang ada di karet itu disambung dengan BNI City," imbuhnya.
Sebagai tambahan, Asdo bilang di bagian barat Stasiun BNI City, PT KCI juga telah membangun sebuah hall yang akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator.
"Kemudian di paling ujung barat stasiun BNI City sudah kita buatkan hall yang nanti kita akan pasang elektrik disitu. Jadi penumpang yang dari pintu stasiun karet bisa langsung masuk di BNI City. Tidak perlu jauh-jauh sampai ke timur atau ke tengah. Langsung bisa dari barat yang sudah kita bangunkan hall saat ini," papar Asdo.
Lebih lanjut, dia berharap pembangunan ini ditargetkan selesai pada bulan April. "Nanti insyaallah di bulan April sudah selesai semua. Nyambung, nyambung, nyambung. Coba jalan dari BNI City," Asdo mengakhiri.