Banyak pekerja maupun pencari kerja muda yang bingung menentukan arah karier mereka. Ketidaksesuaian antara kemampuan diri dan kualifikasi pasar kerja kerap menjadi benturan yang tak terhindarkan. Namun, apakah ada solusi atas permasalahan klasik ini?
Gelaran bursa kerja di Convention Hall SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan pada 22–23 Oktober 2026 coba menjawab keraguan tersebut. Tak hanya memfasilitasi pencari kerja dengan menghadirkan ratusan perusahaan, ajang ini juga menghadirkan ruang khusus untuk membedah arah masa depan para pelamar.
Advertisement
Lampu Cerah di Pojok Bursa Kerja
Di tengah riuk-pikuk ribuan jobseeker yang memikul harapan, terselip satu sudut yang tak pernah sepi: Pojok Konseling Karier. Fasilitas ini hadir bagai lampu penerang agar jalan karier para pelamar bisa lebih terarah.
Di arena ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menyediakan layanan konseling karier secara cuma-cuma. Tujuannya jelas, yakni membantu pencari kerja memetakan potensi diri agar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri.
"Mereka bingung nih ke depannya apa sih yang cocok sama diri mereka, itu bisa ngobrol-ngobrol sama konselor kami. Dan ada juga kayak bisa merekomendasikan pekerjaan apa sih yang cocok dari background, dari minat bakatnya gitu," tutur Aqila, Staf Kemnaker, saat ditemui di lokasi, Jumat (23/10).
Meski area konseling berada di sudut ruangan dengan suasana bursa kerja yang kian bising dan padat, hal tersebut tak meluluhkan semangat para staf konselor. Mereka tetap memberikan pendampingan secara personal, mendengarkan keluh kesah, hingga memoles resume para jobseeker satu per satu.
Advertisement
Riuh Bising Bukan Penghalang
Suasana bising akibat dentuman suara talkshow dan lalu lalang para pencari kerja tak meluluhkan semangat para staf konselor untuk memberikan arahan. Di tengah keterbatasan itu, mereka tetap berupaya mendengarkan dan membedah masalah tiap pelamar secara personal.
Sebab, harapan di ajang ini tak cuma lahir dari para pencari kerja, melainkan juga terpancar dari para penyedia fasilitas.
"Mungkin di job fair selanjutnya gitu kan bisa lebih tertutup. Mungkin lebih kayak dikasih ruangan sendiri buat konseling. Karena kan ya konseling kan memang harus menjaga privasi juga gitu kan. Jadi memang harapannya lebih tertutup lah gitu," tutur Aqila.
Di balik riuhnya Jakarta dan ketatnya persaingan, para pencari kerja sejatinya tak hanya butuh lowongan, tetapi juga ruang untuk didengar. Dari bilik sederhana yang terus bertahan di gempuran bising itu, harapan-harapan baru terus dirajut, membawa pesan hangat bahwa dalam riuk-pikuk Ibu Kota, mereka tidak benar-benar berjuang sendirian.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380718/original/034133800_1792734527-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_12.43.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384931/original/052695800_1793194839-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_20.36.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380819/original/059414700_1792739310-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.36.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378105/original/090337500_1792489952-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_15.59.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373793/original/023619400_1791982457-Warm_Corporate_Executive_Headshot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386654/original/036601600_1793355426-PLN.jpg)