Berakhirnya masa kontrak kerja memaksa Firas (34) kembali memutar otak. Setelah resmi menyelesaikan tugasnya sebagai supervisor contact center sepekan lalu, ia paham betul bahwa bertahan di tengah sengitnya persaingan pencari kerja tak cukup sekadar menebar lembaran resume.
Berbekal optimisme, Firas menyambangi gelaran Karier Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta. Ia berburu peluang baru yang sepadan dengan rekam jejak dan keterampilan yang telah diasahnya selama bertahun-tahun.
Firas enggan membatasi langkah. Namun, ia tetap memprioritaskan posisi yang relevan dengan keahlian utamanya di bidang manajerial, pelayanan publik, hingga pengelolaan proyek (project delivery).
"Keahlian saya ada di bidang managerial, service, dan juga project delivery,” ujar Firas saat ditemui di sela-sela perburuannya di arena job fair belum lama ini.
Pengalamannya menduduki posisi supervisor membuat Firas berharap bisa kembali menempati level pekerjaan yang setara, atau bahkan melangkah lebih tinggi. Kendati demikian, ia bersikap realistis. Jika situasi menuntutnya untuk merintis kembali dari tingkatan yang lebih rendah, Firas tak keberatan melakoni proses tersebut.
"Saya tetap berprasangka baik untuk bisa dapat level yang sama atau di atasnya. Tapi belajar dari pengalaman, meniti karier itu memang terkadang harus mau mulai dari bawah lagi," tuturnya legawa.
Advertisement
Nyambi Ojol hingga Kelola Kafe
Bagi Firas, habisnya kontrak kerja bukanlah akhir dari produktivitas. Untuk menyokong kebutuhan keluarga sembari menunggu panggilan kerja, ia melakoni berbagai peran sekaligus, yaitu mengelola usaha kafe hingga menjadi pengemudi ojek online (ojol).
Pekerjaan sebagai driver ojol sejatinya bukan hal baru baginya. Profesi ini telah ia gelutinya sejak duduk di bangku kuliah, berlanjut saat menjabat supervisor, hingga kini kembali menjadi tumpuan di masa transisi.
“Selama saya masih diberi napas, masih bisa bergerak, dan dikasih kesempatan sama Allah, ya saya akan tetap jalan,” ucap Firas mantap.
Advertisement
Menembus Batas Usia dan Harapan Pasar Kerja
Pernah terlibat langsung dalam proses perekrutan karyawan memberi Firas sudut pandang mendalam soal diskriminasi usia (ageism) di dunia kerja. Ia menekankan bahwa batasan umur tak seharusnya menjadi tembok penghalang tunggal bagi para pekerja matang.
"Dulu sewaktu merekrut tim, saya tidak pernah memandang umur. Yang kami lihat adalah integritas, keterampilan, dan pengalaman kerja orang tersebut,” ungkapnya.
Memasuki pekan pertamanya berburu kerja, Firas meraskan pilihan lowongan yang tersedia di bursa kerja Jakarta masih relatif terbatas. Kendati demikian, ia menaruh harapan besar pada pemulihan roda ekonomi nasional agar pasar tenaga kerja kembali bergeliat.
Sambil menunggu momentum itu tiba, Firas memilih untuk terus bergerak maju, menjajaki setiap peluang baru tanpa melepaskan mata pencaharian yang ada di tangannya.
“Semoga ajang job fair makin banyak dan berkualitas seiring membaiknya kondisi ekonomi Indonesia,” pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380819/original/059414700_1792739310-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.36.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324721/original/082544700_1786765344-word_media_image1_2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384931/original/052695800_1793194839-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_20.36.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378105/original/090337500_1792489952-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_15.59.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380718/original/034133800_1792734527-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_12.43.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373793/original/023619400_1791982457-Warm_Corporate_Executive_Headshot.jpg)