Memilih pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat karier menjadi pertimbangan bagi sebagian pencari kerja. Namun, keputusan meninggalkan pekerjaan yang sudah memberikan penghasilan juga membawa tantangan tersendiri.
Hal ini dialami Mora (25), yang telah delapan bulan mencari pekerjaan setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya di bidang sales. Mora merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Kristen Indonesia Jakarta Timur.
Dia langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus pada 2023. Mora kemudian mengikuti program Management Development Program (MDP) di bidang sales dan bekerja selama dua tahun sebelum memutuskan untuk resign.
Keputusan tersebut diambil karena pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Dia berharap dapat meniti karier yang lebih dekat dengan latar belakang pendidikan dan minatnya, terutama di bidang administrasi.
Menurut Mora, gaji bukan alasan utama dirinya meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Ia justru ingin mendapatkan lingkungan kerja yang positif dan mendukung pengembangan karier dalam jangka panjang.
"Sebenarnya kalau dibilang gaji worth it, di pekerjaan sebelum itu udah worth it banget gajinya. Cuma aku lebih cari kerja yang positif, yang dapat mendukung karier aku ke depan," kata Mora saat ditemui di Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10).
Mora mengaku pekerjaan sebelumnya memiliki beban yang cukup berat dan tidak sesuai dengan ekspektasinya. Setelah mempertimbangkan kondisinya, Mora meminta izin kepada mentor pusat untuk mengundurkan diri, meski masih memiliki sisa masa ikatan dinas selama satu tahun.
Kini, dia mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikannya. Meski tidak menutup kemungkinan bekerja di luar bidang hukum, dia berharap bisa memperoleh posisi yang membuka peluang pengembangan karier dan tidak kembali ke bidang sales.
Advertisement
Sulit Mendapat Panggilan Wawancara
Setelah resign, Mora menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan saat pertama kali memasuki dunia kerja. Ketika masih berstatus fresh graduate, dia hampir setiap hari mendapatkan panggilan wawancara. Namun, kini dia justru kesulitan melewati tahap awal rekrutmen.
Selama delapan bulan terakhir, Mora mengaku telah mengirimkan banyak lamaran ke berbagai perusahaan. Bahkan, ia menetapkan target pribadi untuk melamar setidaknya 20 lowongan setiap hari, selama persyaratannya sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki.
"Kalau pengalaman sendiri, delapan bulan itu menurut aku sulit banget. Karena jarang banget dapat interview lagi, padahal aku udah nyebar CV ke mana-mana," ujar Mora.
Perubahan tersebut membuat Mora mempertanyakan penyebab sulitnya mendapatkan panggilan wawancara. Dia menduga pengalaman kerja yang lebih banyak di bidang sales menjadi salah satu kendala ketika melamar pekerjaan di bidang lain. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti alasan minimnya respons dari perusahaan.
Dia pun sempat merasa kalah bersaing dengan kandidat yang memiliki pengalaman lebih relevan dengan posisi yang dilamar.
"Pengalaman aku di sales nih, aku ngambil lowongan kerja itu yang bukan sales lagi. Jadi kayak ngerasa, oh karena aku nggak ada pengalaman ya. Pengalaman cuma di sales doang nih, kayaknya kalah di pengalaman rasanya," kata Mora.
Selama belum mendapatkan pekerjaan baru, Mora juga membantu menjalankan usaha UMKM milik ibunya. Dia mengatakan orang tuanya tidak memberikan tekanan untuk segera bekerja. Sebaliknya, keluarga turut memberikan dukungan dengan membagikan informasi lowongan kerja yang mereka temukan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380761/original/077360900_1792737563-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.35.49.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380835/original/085041100_1792740274-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.35.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9372077/original/030644000_1791867251-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_09.42.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382079/original/004100000_1792939092-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_18.28.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1162899/original/058433200_1457317133-20160307-Mengunjungi-Kota-Hantu-Reaktor-Nuklir-Fukushima---AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)