Gelombang penundaan dan pembatalan melanda sejumlah bandara utama di Amerika Serikat. Berdasarkan data FlightAware, terdapat 7.097 penerbangan yang mengalami penundaan di seluruh negeri, sementara hampir 800 penerbangan dibatalkan. Kombinasi cuaca buruk, proyek perbaikan fasilitas, dan lonjakan volume penumpang disebut menjadi pemicu utama gangguan.
Chicago menjadi salah satu titik terdampak paling berat. Dikutip dari Forbes, Jumat (18/9/2026), Bandara Internasional O’Hare mencatat lebih dari 1.400 penerbangan delay dan hampir 200 penerbangan dibatalkan.
Menurut National Weather Service (NWS), wilayah Chicago diguyur hujan deras pada Kamis pagi dan diperkirakan disertai badai petir hingga malam hari. Di area yang sama, Bandara Internasional Chicago Midway melaporkan lebih dari 260 penundaan.
Gangguan signifikan juga terjadi di Bandara Internasional Boston Logan. Hampir 500 penerbangan mengalami penundaan dan 26 dibatalkan. Federal Aviation Administration (FAA) menyebut proyek konstruksi landasan pacu sebagai faktor utama, memicu rata-rata penundaan kedatangan 2 jam 16 menit.
Advertisement
Gangguan di Sejumlah Bandara Lain
Selain Chicago dan Boston, beberapa bandara besar lain turut melaporkan gangguan operasional dengan karakteristik penyebab yang berbeda, mulai dari suhu udara tinggi hingga pembatasan lalu lintas udara.
- Bandara Internasional Dallas-Fort Worth: Lebih dari 420 penerbangan delay di tengah suhu kota yang mendekati tiga digit Fahrenheit.
- Bandara Internasional San Diego: Hampir 300 penerbangan tertunda meski cuaca relatif bersahabat (74 derajat Fahrenheit). FAA menerapkan manajemen lalu lintas udara karena volume tinggi, dengan rata-rata penundaan kedatangan 40 menit.
- Bandara Internasional Indianapolis: Lebih dari 80 penerbangan tertunda seiring terbitnya peringatan waspada banjir di area setempat.
Advertisement
Kenaikan Tarif Mengintai Menjelang Liburan
Kekacauan jadwal ini berlangsung di tengah ancaman kenaikan harga tiket pesawat menjelang musim liburan. Kenaikan harga minyak dunia yang berlanjut memberi tekanan pada biaya operasional maskapai.
Katy Nastro, koresponden penerbangan dan perjalanan di Flighty, menilai tren tarif berpotensi memberatkan masyarakat. Ia menyebut sangat sulit berharap harga tiket pesawat bisa melandai atau kembali terjangkau saat memasuki puncak musim liburan mendatang.