Listrik Timor Aman, PLN EPI Jamin Pasokan Energi dan Biomassa PLTU Bolok

Jaga keandalan listrik Timor, PLN EPI perkuat pasokan energi primer dan biomassa PLTU Bolok untuk dukung transisi energi.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Listrik Timor Aman, PLN EPI Jamin Pasokan Energi dan Biomassa PLTU Bolok
PLTU Bolok

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjamin kesiapan dan keandalan pasokan energi primer hingga pasokan biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau langsung kondisi operasional pembangkit serta kesiapan pasokan energi primer dan biomassa," kata Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi dikutip dari Antara, Jumat (18/9).

Nikson menjelaskan, agenda peninjauan yang dilakukan bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR) PLN EPI ini menjadi wujud pengawasan dewan komisaris. Langkah ini sekaligus memperkuat evaluasi penerapan kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga stabilitas rantai pasok energi primer di wilayah NTT.

Memiliki kapasitas 2x16,5 MW, PLTU Bolok memegang peranan vital sebagai salah satu tulang punggung sistem kelistrikan di Pulau Timor. Beroperasi sejak 2013, pembangkit ini konsisten memperkuat keandalan listrik di NTT sekaligus menekan tingkat ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Selama peninjauan, Dewan Komisaris dan Komite NR PLN EPI menerima laporan detail seputar operasional PLTU Bolok yang dikelola PT PLN Nusantara Power Services. Laporan tersebut mencakup kondisi pasokan energi primer, tata kelola stok bahan bakar, hingga optimalisasi pemanfaatan biomassa demi mendukung program co-firing.

Nikson menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan sangat krusial agar dewan komisaris bisa melihat dari dekat bagaimana kebijakan perusahaan dijalankan, khususnya dalam menjamin pasokan energi primer untuk operasional pembangkit.

"Keandalan pembangkit tidak dapat dipisahkan dari kesiapan energi primernya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan, pengelolaan persediaan hingga pemanfaatan biomassa, sehingga dapat menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan kebijakan strategis perusahaan," katanya.

Kondisi Geografis NTT

Menurut Nikson, kondisi geografis NTT yang didominasi wilayah kepulauan menuntut pola pengelolaan rantai pasok energi primer yang serba adaptif. Ketersediaan sumber energi, moda transportasi, dinamika cuaca, kesiapan dermaga penerimaan, hingga cadangan stok harus dikelola secara terpadu demi mengantisipasi potensi kendala pasokan.

"NTT memiliki tantangan logistik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Karena itu, pengamanan pasokan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan berbagai risiko agar energi primer dapat tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit," ujarnya.

Selain memastikan kecukupan pasokan energi primer, kunjungan ini juga memantau penggunaan biomassa sebagai pendamping batu bara lewat metode co-firing. Inisiatif ini menjadi strategi PLN Group dalam memaksimalkan energi dari sumber daya domestik guna mengakselerasi agenda transisi energi.

Dorong Pengembangan Biomassa

Pihak dewan komisaris pun mendorong agar pengembangan biomassa tidak sekadar berfokus pada kebutuhan operasional pembangkit, tetapi turut memperhitungkan keberlanjutan pasokan serta potensi daerah sekitar. Dengan merangkul masyarakat dan pelaku usaha lokal, penguatan rantai pasok ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi kawasan sekitar pembangkit.

"Kami ingin pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan manfaat dari sisi energi, tetapi juga mampu membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Potensi lokal perlu terus dipetakan, sehingga rantai pasok biomassa dapat tumbuh secara berkelanjutan dan pada saat yang sama memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Nikson.

Komitmen PLN EPI dalam menjaga kestabilan listrik hingga ke wilayah kepulauan berawal dari kepastian pasokan energi primer yang tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu bagi tiap pembangkit.

"Melalui pengawasan yang kuat dan rantai pasok yang semakin adaptif, PLN EPI terus memperkuat fondasi ketahanan energi untuk menjaga keandalan listrik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur," sebut Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan.

Rekomendasi