Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian global bakal kembali bergairah pada 2027 mendatang, setelah melewati rentetan ketidakpastian. Proyeksi positif ini sejalan dengan perkiraan sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), hingga Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Optimisme tersebut disampaikan Purbaya di tengah panasnya situasi geopolitik dunia yang masih membayangi laju pertumbuhan dan perdagangan internasional.
"Konflik di Timur Tengah, khususnya eskalasi ketegangan Amerika Serikat, Israel, Iran, masih bergejolak sehingga terus membayangi kinerja pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global tahun 2026. Berbagai lembaga internasional, Bank Dunia, IMF, dan OECD memproyeksikan perekonomian global akan kembali meningkat pada tahun 2027,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Jakarta, Kamis (27/8)
Di tengah guncangan eksternal tersebut, Sang Bendahara Negara menegaskan ketahanan ekonomi domestik masih sangat terjaga. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional sanggup menguat 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melengkapi capaian semester I 2026 yang tumbuh meyakinkan di level 5,45 persen.
Penyokong utama performa ini datang dari sektor investasi yang melesat 6,87 persen. Dari sudut pandang permintaan, aktivitas ekonomi dalam negeri ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang naik 5,06 persen serta belanja pemerintah yang melonjak 15,97 persen berkat penggelaran berbagai program prioritas.
Advertisement
Kinerja Sektor Perdagangan, Konstruksi dan Komunikasi
Sementara dari sisi penawaran, roda ekonomi terus berputar berkat penguatan kinerja di sektor perdagangan, konstruksi, dan komunikasi.
"Pemerintah memandang bahwa perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan stabil, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan ketidakpastian global," ujar Purbaya.
Kendati demikian, pemerintah tak mau gegabah. Menkeu Purbaya mengingatkan jajarannya untuk tetap mewaspadai jajaran risiko global, mulai dari dinamika geopolitik, gejolak harga komoditas dan energi, fragmentasi perdagangan, hingga arah kebijakan moneter serta perdagangan dari negara-negara maju. Faktor-faktor krusial inilah yang bakal terus dipantau secara ketat demi menjaga benteng stabilitas ekonomi nasional.