Menjelang Demo 27 Agustus, Polisi Ungkap Pendanaan Bom Molotov

Polisi menelusuri aliran dana pembelian sajam dan bom molotov dari 63 orang yang diamankan jelang Demo 27 Agustus. Penyidik memeriksa transaksi dan bukti.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Menjelang Demo 27 Agustus, Polisi Ungkap Pendanaan Bom Molotov
Massa Demo 27 Agustus di DPR. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Polda Metro Jaya mengungkap jejak pendanaan untuk pembelian bahan bom molotov dan senjata tajam yang disiapkan menjelang Demo 27 Agustus 2026. Temuan awal mencakup beragam sumber dana yang kini tengah diaudit penyidik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyebut pemeriksaan masih berlangsung. Penelusuran dilakukan atas keterangan para pihak yang diamankan, transaksi keuangan, hingga bukti-bukti pendukung.

Dalam penindakan tersebut, 63 orang diamankan dari beberapa kelompok. Di antara mereka terdapat pelajar dan mahasiswa yang diduga terafiliasi jaringan anarko.

Jejak Pendanaan Molotov dan Sajam

Iman menjelaskan, penyidik menelisik asal-usul uang yang dipakai untuk membeli bahan pembuatan bom molotov serta pengadaan senjata tajam. Temuan ini menjadi fokus pendalaman, bersamaan dengan analisis arus transaksi.

"Adapun dalam hasil penyelidikan bahwa sumber uang yang digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diduga akan digunakan dalam pembuatan molotov dan pengadaan senjata tajam berasal dari uang pribadi, uang yang diberikan oleh pihak lain, maupun dana yang diperoleh melalui mekanisme open donasi," kata Iman.

Selain keterangan pemeriksaan, penyidik memadukan data dari pergerakan dana dan alat bukti lain yang menguatkan dugaan tersebut. Audit forensik keuangan digunakan untuk mengonfirmasi pernyataan para pihak yang diamankan.

Pemeriksaan dilakukan paralel dengan pengembangan jaringan, guna memastikan peran masing-masing pihak serta kaitannya dengan pembelian bahan dan alat yang disita.

63 Orang Diamankan, Ada Pelajar dan Mahasiswa

Iman menyebut kelompok yang diamankan terdiri atas beragam latar belakang. Mereka diduga terhubung melalui jejaring yang sama dan berperan dalam mempersiapkan aksi.

"Mahasiswa. Sebagian ada pelajar," kata Iman.

Menurut Iman, kelompok-kelompok tersebut melakukan penguatan narasi dan penggalangan dana. Aktivitas mereka juga menyasar publik melalui penyebaran flyer yang dinilai provokatif.

Selain aktivitas penggalangan, penyidik menelusuri afiliasi para terduga dengan jaringan anarko. Keterkaitan itu diperiksa melalui komunikasi antaranggota dan kesesuaian peran di lapangan.

Mobilisasi Massa dan Imbauan Saat Demo

Iman mengungkap dugaan mobilisasi massa dilakukan bertahap dan terstruktur. Pola ini memanfaatkan berbagai platform media sosial serta aplikasi komunikasi digital untuk menghimpun peserta.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta memeriksa ulang sumber pesan yang beredar di kanal-kanal percakapan.

Iman juga menekankan agar peserta aksi tidak membawa atau menggunakan benda-benda yang membahayakan saat demonstrasi berlangsung, termasuk bahan peledak rakitan maupun senjata tajam.

Rekomendasi