Sejumlah pekerja kantoran di Jakarta, mengaku tidak terlalu khawatir dengan adanya aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar pusat pemerintahan dan kawasan strategis Ibu Kota pada Kamis (27/8). Kebijakan mitigasi dari perusahaan menjadi salah satu alasan mereka tetap merasa aman menjalankan aktivitas.
Salah seorang pekerja yang berkantor di kawasan Thamrin, eli mengatakan, kebijakan WFH tersebut berasal dari kantor pusat. Edaran mengenai kebijakan itu biasanya disampaikan paling lambat malam hari.
“Hari ini WFH karena ada edaran kebijakan WFH,” kata Eli saat dihubungi, Kamis (27/8).
Meski bekerja dari rumah, eli mengaku tidak terlalu khawatir dengan adanya demonstrasi. Menurutnya perusahaan telah memiliki mekanisme mitigasi melalui divisi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) apabila terdapat karyawan yang tetap harus datang ke kantor.
“Kalau selama ini apabila ada demo kan sudah terjadwal tanggal demonya, jadi lebih ke arah mengeluarkan surat edaran kebijakan WFH. So far aman-aman saja,” ujar dia.
Advertisement
Mitigasi Perusahaan
Eli menjelaskan, kebijakan WFH menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengantisispasi kondisi di sekitar lokasi demonstran. Namun, tidak semua pekerjaan dapat dilakukan di rumah.Bagi Karyawan yang memiliki pekerjaan teknis atau kritikal dan mengharuskan datang ke kantor, kondisi keamanan tetap dipantau oleh divisi HSSE.
“Misalnya ada pekerjaan teknis atau kritikal yang memang mengharuskan ke kantor biasanya tetap dipantau HSSE kantor. Jika kondisi dirasa kurang kondusif biasanya disuruh cepat-cepat balik,” kata Eli.
Menurut Eli, sejauh ini langkah mitigasi tersebut berjalan aman. Kebijakan WFH maupun pemantauan terhadap pekerja yang harus datang ke kantor menjadi antisipasi perusahaan terhadap kondisi demonstrasi yang telah terjadwal.