Lebih dari 1.000 orang dilaporkan hilang usai banjir bandang menerjang kawasan Nepal–Tibet, dengan mayoritas di antaranya merupakan wisatawan. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah dampak yang dahsyat, dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8/2026).
Badan penanggulangan bencana Nepal menyebut 823 orang belum dapat dihubungi lebih dari 24 jam setelah bencana.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 579 orang adalah wisatawan, baik warga Nepal maupun warga negara asing.
Bencana tersebut juga menewaskan sedikitnya 165 orang di Nepal dan China.
Di China, 558 orang lainnya dilaporkan masih hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah terdampak.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah keseluruhan angka orang hilang di Nepal dan China merujuk pada korban yang berbeda. Ada kemungkinan sebagian orang tercatat dalam kedua pendataan sehingga terjadi penghitungan ganda.