Robot Humanoid Lightning Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt

Robot humanoid Lightning dari China mencatat waktu 9,32 detik dalam lari 100 meter, mengalahkan rekor dunia Usain Bolt.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Robot Humanoid Lightning Pecahkan Rekor Lari 100 Meter Usain Bolt
Pemenang lomba lari setengah maraton robot humanoid dari Honor dikelilingi oleh para jurnalis setelah upacara pemberian hadiah. (AP Photo)

Robot humanoid bernama Lightning berhasil mencatat waktu 9,32 detik dalam lomba lari 100 meter, mengalahkan rekor dunia yang selama ini dipegang oleh legenda atletik Usain Bolt. Kabar ini dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah China, Rabu (26/8/2026), dan menjadi sorotan dalam ajang World Humanoid Robot Games kedua yang berlangsung di Beijing.

Lightning, yang dikembangkan oleh Honor, perusahaan pembuat smartphone asal China, menunjukkan performa yang mengesankan dengan kecepatan puncak mencapai 14,5 meter per detik. Catatan waktu 9,32 detik tersebut mengungguli rekor dunia lari 100 meter putra yang dibuat Usain Bolt dengan waktu 9,58 detik, yang dicatatkan 17 tahun lalu dalam Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin.

Keberhasilan Lightning dalam berlari bukanlah yang pertama. Pada bulan April lalu, robot ini juga memenangkan half marathon di Beijing dengan catatan waktu 50 menit 26 detik, yang lebih cepat dibandingkan rekor dunia manusia untuk nomor tersebut. Saat mengikuti half marathon, Lightning memiliki tinggi 169 sentimeter dan panjang kaki 95 sentimeter, yang kemudian diperpanjang 10 sentimeter untuk mengikuti kompetisi kali ini.

Ajang World Humanoid Robot Games

Lebih dari 2.000 robot humanoid berpartisipasi dalam ajang yang berlangsung selama lima hari tersebut. Kompetisi ini memasuki tahun kedua dan dirancang untuk menunjukkan kemajuan pesat China dalam teknologi robotika canggih. Terdapat total 51 cabang dan lebih dari 1.000 pertandingan, termasuk lari, tenis meja, dan sepak bola, yang digelar di National Speed Skating Oval, arena yang dibangun untuk Olimpiade Musim Dingin 2022.

Ajang ini berlangsung bersamaan dengan World Robot Conference 2026 di Beijing, di mana perusahaan-perusahaan memamerkan sekitar 3.000 produk, termasuk robot humanoid. China saat ini memproduksi sebagian besar robot humanoid di dunia, dan kemajuan ini juga terjadi di tengah meningkatnya persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.

Persaingan Teknologi dan Rekor Dunia

Dalam konteks persaingan teknologi, bulan lalu Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) mengumumkan larangan impor robot humanoid baru buatan luar negeri, dengan alasan keamanan nasional yang menargetkan China. Pentagon juga baru-baru ini memasukkan Unitree, salah satu produsen robot humanoid terkemuka China, ke dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki hubungan dengan militer China, yang dibantah oleh Beijing.

Pada pembukaan pertandingan, penyelenggara dan produsen robot menyatakan bahwa robot humanoid China telah mengalahkan sejumlah rekor dunia manusia. Dalam nomor lompat tinggi dari posisi berdiri, sebuah robot humanoid bahkan mampu mencapai ketinggian 2,88 meter, melampaui rekor dunia lompat tinggi manusia sebesar 2,45 meter yang dibuat oleh atlet Kuba, Javier Sotomayor, pada tahun 1993.

Kedua robot yang mencatat hasil tersebut dikembangkan oleh X-Humanoid yang berbasis di Beijing. Meskipun kemampuan robot humanoid terus berkembang, para ahli menyatakan bahwa teknologi ini saat ini masih banyak digunakan untuk demonstrasi, pertunjukan, dan penelitian. Penggunaan robot humanoid secara luas dalam kehidupan nyata dinilai masih membutuhkan waktu, namun penonton di World Humanoid Robot Games menunjukkan antusiasme terhadap kemampuan robot yang berkembang pesat ini.

Rekomendasi