Suasana di depan Gedung DPR RI mulai ramai pada Rabu (26/8/2026) siang, sehari menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar sejumlah elemen masyarakat. Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah tiba dan mendirikan posko di lokasi.
Posko tersebut menjadi titik berkumpul sekaligus tempat berkoordinasi massa sebelum aksi pada Kamis (27/8/2026). Sejumlah anggota Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) juga terlihat berada di sekitar lokasi.
Posko yang beralaskan banner itu tampak dipadati sejumlah orang. Koordinator AMPB Supriyono alias Botok terlihat menyambut warga yang datang dan berbincang dengan sejumlah orang di dalam posko.
Beberapa warga juga terlihat bergantian menemui Botok. Sebagian di antaranya meminta berfoto bersama dan memberikan dukungan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Ferry Irwandi turut mendatangi posko dan berbincang dengan Botok. Kehadiran Ferry menarik perhatian massa yang berada di lokasi. Sejumlah orang terlihat mengabadikan momen bersama keduanya.
Setelah Ferry meninggalkan lokasi, Botok masih menjadi perhatian warga. Beberapa orang kembali mendatanginya untuk berswafoto dan memberikan dukungan.
Selain menjadi tempat berkumpul, posko tersebut juga digunakan untuk menerima bantuan logistik. Sejumlah makanan dan minuman disiapkan sebagai bekal bagi massa yang akan mengikuti aksi.
Menjelang sore, aktivitas di depan Gedung DPR RI semakin ramai. Selain massa aksi, sejumlah pengemudi ojek daring juga terlihat datang dan memberikan dukungan kepada AMPB serta kelompok masyarakat lainnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, Botok bersama salah satu anggota tim advokasi, Vender, dan sejumlah rekannya memberikan keterangan kepada wartawan mengenai persiapan aksi.
Advertisement
Dua Tuntutan Massa
Botok mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan mobil komando dan kebutuhan logistik bagi massa yang telah tiba maupun masih dalam perjalanan menuju Jakarta.
Dia menyebut AMPB juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kelompok masyarakat di berbagai daerah. Namun, Botok belum dapat memastikan jumlah massa yang akan hadir dalam aksi pada Kamis.
"Kalau massa, kita tidak bisa memprediksi berapa ribu orang ya, karena ini kan gerakan organik," kata Botok.
Botok menegaskan aksi tersebut akan membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Dia juga memastikan massa AMPB tidak datang ke Jakarta untuk membuat kerusuhan.
"Tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami ke Jakarta itu mendukung gerakan dari kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus," ujarnya.
Hingga Rabu sore, sejumlah massa masih berdatangan dan melakukan persiapan di sekitar Gedung DPR RI. Aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).