Kabut asap pekat terkait isu kebakaran hutan menyelimuti Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, sehingga seluruh aktivitas penerbangan dihentikan sementara pada Jumat (21/8/2026). Jarak pandang dilaporkan turun di bawah ambang aman operasional.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, menegaskan keputusan penghentian diambil demi keselamatan penumpang, kru, dan armada pesawat.
"Untuk hari ini, jadwal semua penerbangan terpaksa dibatalkan. Bahkan maskapai Super Air Jet membatalkan penerbangan sampai 23 Agustus 2026," kata Ilham di Singkawang, dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
Advertisement
Semua Penerbangan Dibatalkan, Super Air Jet Stop hingga 23 Agustus
Ilham menjelaskan, setiap maskapai memiliki skema penanganan berbeda terhadap dampak kabut asap. Super Air Jet memilih menghentikan layanan penerbangan sekaligus hingga beberapa hari ke depan.
Adapun TransNusa menerapkan kebijakan pembatalan harian yang akan terus disesuaikan dengan perkembangan cuaca, kualitas udara, dan jarak pandang aktual di area bandara.
Dalam beberapa hari terakhir, penyelimutan kabut asap di kawasan Bandara Singkawang dilaporkan kian memburuk sehingga standar keselamatan penerbangan belum terpenuhi.
"Kondisi kabut asap saat ini semakin parah, sehingga jarak pandang masih di bawah standar," ujarnya.
Advertisement
Pemantauan Cuaca di Tengah Isu Kebakaran Hutan
Untuk menentukan kelayakan operasional ke depan, pengelola bandara berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait guna memantau situasi secara berkala.
Operasional bandara akan dibuka kembali ketika kondisi udara membaik dan jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan.
Ilham mengimbau para calon penumpang yang terdampak agar aktif memantau pembaruan jadwal serta melakukan konfirmasi ulang ke maskapai masing-masing.
Advertisement
Imbauan Kesehatan untuk Warga Sekitar
Tingginya konsentrasi kabut asap tidak hanya melumpuhkan lalu lintas udara, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah selama konsentrasi asap masih tinggi.
Apabila harus beraktivitas di ruang terbuka, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.