Duka NTT di Tengah Kemeriahan HUT ke-81 RI: Warga Panjatkan Doa dari Monas

Warga di Monas kompak panjatkan doa untuk korban gempa NTT saat HUT ke-81 RI.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Duka NTT di Tengah Kemeriahan HUT ke-81 RI: Warga Panjatkan Doa dari Monas
Warga mencuci peralatan masak di samping tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)

Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Monas, Jakarta, diwarnai rasa empati mendalam. Di tengah sukacita perayaan, masyarakat memanjatkan doa bersama untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka akibat gempa bumi magnitudo 7,7.

Aksi kepedulian publik ini selaras dengan ajakan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara di Istana Negara. Dalam momen mengheningkan cipta, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa mendoakan para pahlawan sekaligus masyarakat terdampak bencana di Flores, NTT.

Di Monas, semangat solidaritas terpancar dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga generasi muda. Muhammad Taufik (28), warga Bogor yang hadir bersama istrinya Desi Rahmawati (21), menegaskan bahwa kemerdekaan sejatinya milik seluruh rakyat, termasuk mereka yang sedang tertimpa musibah.

“Hari kemerdekaan itu buat kita masyarakat, buat rakyat Indonesia. Kita ingin lebih baik lagi ya Indonesia untuk ke depannya. Terus buat ekonominya terutama buat kita semua,” kata Taufik.

Sambil memanjatkan harapan untuk kemajuan bangsa, Taufik dan istri turut mengulurkan doa tulus bagi para korban di NTT.

“Buat warga NTT di sana, kami ikut berduka cita ya. Ikut belasungkawa yang kena musibah. Mudah-mudahan dikasih kesabaran, ketabahan. Ya, mudah-mudahan cepat membaik. Doa yang terbaik buat kita semua ya. Makin maju aja lah Indonesia,” ujarnya.

Ia pun menitipkan doa Presiden Prabowo agar terus berpihak pada rakyat kecil.

“Untuk Bapak Presiden ya, sehat-sehat terus ya bisa lebih sayang lagi ke masyarakat untuk kita semua,” tuturnya.

 

Harap Penyaluran Bantuan Berjalan Cepat

Senada dengan Taufik, Ranaya Sofia (17), pelajar SMAN 12 Kota Bekasi, menyuarakan kepedulian serupa dalam kunjungan pertamanya ke perayaan HUT RI di Monas. Ia berharap penyaluran bantuan di lokasi bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Supaya masalah atau beban-bebannya berkurang. Semoga kesusahan mereka hilang,” kata Ranaya.

Bagi Ranaya, momen perayaan ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus merawat rasa kemanusiaan dan menghargai sejarah bangsa.

“Pesan-pesannya tetap semangat aja, jangan melupakan sejarah, atau tetap mengingat-ingat jasa para pahlawan yang sudah tiada,” tutupnya.

Rekomendasi