Guna membantu menekan angka backlog kepemilikan rumah nasional yang mencapai 9 juta keluarga, LippoLand menghadirkan solusi hunian terjangkau dengan harga mulai dari Rp100 jutaan dan cicilan Rp600 ribuan per bulan. Hingga saat ini, sebanyak 5.000 unit di segmen hunian dasar tersebut telah sukses terserap oleh masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen LippoLand di usianya yang ke-39 tahun untuk memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
CEO LippoLand, David Iman Santosa, menegaskan bahwa penanganan masalah perumahan nasional membutuhkan gotong royong dari berbagai pihak.
"Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian. Dibutuhkan partisipasi yang lebih luas dari seluruh pengembang, perbankan, pemerintah, dan seluruh ekosistem perumahan. Yang dapat kami lakukan adalah menggunakan pengalaman selama 39 tahun untuk mencoba menghadirkan dan menjadi inspirasi bagi solusi yang relevan,” kata David, Jumat (2/10).
Ia menambahkan, rekam jejak panjang LippoLand yang dimulai dari pembangunan Lippo City dan Lippo Village sejak 1987 membawa tanggung jawab besar bagi perusahaan.
"Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan," lanjutnya.
Bentuk kontribusi lain diwujudkan LippoLand melalui penghibahan lahan seluas kurang lebih 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara untuk kepentingan umum yang lebih luas.
Advertisement
Sasar Pasar Menengah hingga Rilis Brentwood Villas
Selain menyediakan hunian terjangkau, LippoLand terus memperkuat portofolionya yang terbukti dari raihan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp5,32 triliun dengan total 6.047 unit terjual sepanjang 2025.
Perusahaan kini juga membidik pasar hunian menengah di rentang harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar yang menjadi sweet spot industri properti.
"Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian. Tujuannya bukan hanya membuat produk, tetapi menghasilkan produk yang excellent di market, dengan price point yang tepat dan pilihan pembiayaan yang luas melalui partner perbankan kami," jelas David.
Sebagai bagian dari perbaikan berkesinambungan (Kaizen), LippoLand meluncurkan Brentwood Villas, hunian premium berkonsep Vertical Villas untuk keluarga multigenerasi yang siap diperkenalkan di tujuh lokasi di Indonesia.
CMO LippoLand, Jopy Rusli, menuturkan bahwa proyek ini merupakan respons atas pergeseran aspirasi konsumen terhadap sebuah rumah.
"Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari. Brentwood Villas kami hadirkan untuk menjawab perubahan tersebut melalui kombinasi design, functionality, quality, dan enduring value," ujar Jopy.