Kebut Normalisasi BBM di Flores, Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki

Seluruh armada tersebut telah tiba dengan selamat di Labuan Bajo pada Senin pagi (17/8).

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kebut Normalisasi BBM di Flores, Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki
Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki

PT Pertamina Patra Niaga menambah armada mobil tangki dari Bima, NTB, untuk mempercepat normalisasi penyaluran BBM di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa melanda wilayah tersebut.

"Berbagai langkah percepatan dilakukan untuk memulihkan penyaluran BBM ke seluruh lembaga penyalur, termasuk melalui pengalihan pasokan (alih suplai) dan penambahan armada mobil tangki dari Bima, serta percepatan pemulihan operasional SPBU," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi dikutip dari Antara, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan sebanyak 10 mobil tangki BBM berkapasitas 16 kiloliter (KL) yang membawa Pertalite dan Biosolar serta satu mobil tangki Avtur berkapasitas 16 KL diberangkatkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat, menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Seluruh armada tersebut telah tiba dengan selamat di Labuan Bajo pada Senin pagi (17/8), dan awak mobil tangki (AMT) langsung bergerak menuju SPBU tujuan masing-masing untuk mempercepat pengisian serta penyaluran BBM kepada masyarakat.

Hingga saat ini, 47 dari total 52 SPBU di wilayah Flores telah kembali beroperasi. Sementara itu, masih terdapat lima SPBU yang belum beroperasi, yakni dua SPBU di Kabupaten Manggarai, dua SPBU di Kabupaten Manggarai Timur dan satu SPBUN di Kabupaten Sikka.

Ahad menegaskan bahwa Pertamina terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pemulihan layanan energi di wilayah terdampak.

"Komitmen kami jelas, masyarakat harus tetap mendapatkan akses terhadap energi di tengah kondisi pascagempa. Kami terus mengoptimalkan seluruh jalur pasokan, termasuk mengalihkan suplai dari wilayah yang memungkinkan dan menambah armada Mobil Tangki. Begitu pasokan tiba, langsung kami distribusikan ke SPBU yang membutuhkan," ujarnya.

Pemantauan Kondisi SPBU

 

Pertamina juga terus melakukan pemantauan kondisi SPBU secara berkala dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan SPBU yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi.

Dalam proses pemulihan tersebut, aspek keselamatan, kondisi sarana dan prasarana, serta kesiapan operasional tetap menjadi prioritas utama.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM maupun LPG secara bijak sesuai kebutuhan. Informasi mengenai perkembangan operasional SPBU dan penyaluran energi akan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Masyarakat juga dapat menyampaikan pertanyaan maupun memperoleh informasi melalui Pertamina Contact Center 135.

Rekomendasi