Pengusaha ini Rela Rugi Puluhan Juta Rupiah Demi Tak Tinggalkan Salat, Tapi Bisnisnya Makin Moncer

Ibadah menjadi hal yang harus diutamakan oleh setiap manusia.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Pengusaha ini Rela Rugi Puluhan Juta Rupiah Demi Tak Tinggalkan Salat, Tapi Bisnisnya Makin Moncer
Pengusaha ini Rela Rugi Puluhan Juta Rupiah Demi Tak Tinggalkan Salat, Tapi Bisnisnya Makin Moncer (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anda pasti pernah mendengar pernyataan 'kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu'. Pernyataan ini dimaksudkan agar manusia lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, yang berkuasa mengatur rezeki manusia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ini lah yang menjadi prinsip Budi Harta Winata, pengusaha dan pemilik PT Artha Mas Graha Andalan yang mengutamakan ibadah tepat waktu dalam bekerja, yakni salat dan selamat. Menurutnya, ketika seseorang mengutamakan Allah, maka semuanya akan dipermudah.

Biasanya, dia meminta karyawan mematikan mesin saat azan berkumandang, sehingga para karyawan bisa salat tepat waktu. Padahal, dirinya bisa rugi hingga Rp30 juta saat mematikan mesin selama 15 menit.

Namun, dia tidak mempermasalahkan hal itu. Dia ingin para karyawannya juga bisa salat tepat waktu.

Menurutnya, apa yang dia dapatkan saat ini karena 5 prinsip hidupnya. Di antaranya, berdoa, sedekah, menjaga hubungan baik antar manusia, menjadikan orangtua sebagai raja, dan bersyukur. Ketika 5 prinsip itu sudah dilakukan, maka jangan pernah menyerah.

Merdeka.com

Budi lahir di Rumaju, Palopo. Budi kecil bercita-cita menjadi pelaut meskipun Budi adalah lulusan STM jurusan mesin.

Akhirnya Budi merantau, ikut kakaknya ke Jakarta, dan tinggal di rumah kos Cilingcing, Jakarta Utara. Ketika kakaknya bekerja di Singapura, Budi sendirian di rumah kos Cilingcing.

Dia pun mulai melamar kerja dan akhirnya diterima di perusahaan otomotif, dan ditempatkan di pembuatan velg truk. Pada suatu hari, dia melihat proses renovasi pabrik, dan bertemu dengan kontraktor yang mengerjakan renovasi tersebut.

Budi pun menanyakan syarat untuk menjadi kontraktor. Kemudian dia diminta belajar menggambar/drafting. Budi pun bercita-cita menjadi kontraktor.

Setelah 3 bulan dari peristiwa tersebut, Budi melihat ada sekolah mengambar jurusan arsitek, listrik, dan packing mechanical, namun karena biaya sekolah menggambar tidak murah Budi pun menunda rencananya, sampai akhirnya Budi mendapatkan uang setelah di-PHK karena ikut demo buruh.

Hanya butuh 4 bulan untuk belajar menggambar/drafting akhirnya dia mendapat tawaran kerja di kantor. Karier Budi berkembang dari drafting (juru gambar) sampai akhirnya menjadi project manager.

Pada usia 32 tahun, dia memulai usaha sendiri dengan membuka las keliling. Budi mengawali dengan memiliki 2 karyawan. Pekerjaannya mulai dari memasang kanopi.

Pada usia 32 tahun, dia memulai usaha sendiri dengan membuka las keliling. Budi mengawali dengan memiliki 2 karyawan. Pekerjaannya mulai dari memasang kanopi.
Dok. Istimewa

Usaha las keliling Budi berkembang sampai akhirnya Budi memiliki workshop 20.000 m2.

Perusahaannya dikenal dengan nama PT Artha Mas Graha Andalan yang menangani berbagai macam project kontruksi yang berhubungan dengan peralatan besi, bangunan indutri, dan komersial, struktur baja, serta kontruksi baja. Slogannya di pabrik, Utamakan Salat dan Keselamatan Kerja.

Rekomendasi