Dugaan Pungli di Alkid Yogya: Parkir Rp 1 Juta, Polisi Minta Makan

Dugaan pungli ini dieberkan oleh seorang pengusaha.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Dugaan Pungli di Alkid Yogya: Parkir Rp 1 Juta, Polisi Minta Makan
Seorang pengusaha beberkan dugaan pungli di Alkid Yogya

Video berisikan keluhan pengusaha di Yogyakarta viral di media sosial. Pengusaha ini mengeluh dugaan pungli di Alun-alun Kidul (Alkid) Kota Yogyakarta. Dalam video itu, pengusaha ini menceritakan akan membuka lapak food truck di Alun-alun Kidul pada 16 sampai 20 September 2026.

Pertama pengusaha ini mengeluh dimintai uang parkir Rp 2,5 juta per hari kepada pihak yang disebutnya tukang parkir. Namun akhirnya dinego menjadi Rp 1 juta per hari. Uang itu disebutnya hanya biaya parkir atau sewa parkir untuk food truck Bolosego.

"Piye ya, guys, ya? Aku mau cerita sakjane ya rada wedi-wedi. Takut salah omong, tapi ya wis begini lah adanya. Buka lapak di Alun-Alun Kidul itu ternyata tantangane buanyak. Tantangan birokrasi, untuk mendapatkan izin kita menggunakan jalur resmi, menggunakan surat ke Keraton dan ditandatangani oleh Gusti Kanjeng Ratu bahwa kita diperbolehkan jualan di Alun-Alun Kidul," katanya.

"Tapi kita kira wis rampung di situ saja, ternyata ora, guys. Ya Allah, punglinya banyak! Opo disebut lek ora pungli iki? Kita mbayar parkir Rp 1 juta per hari, total Rp 5 juta. Itu aja udah proses nego, tadinya tukang parkir mintanya berapa, Rp 2,5 juta per hari, jadinya Rp 12,5 juta 5 hari. Iku kayak wuakeh e, ya Allah! Omzet e segitu aja enggak tahu, jenenge kita berusaha ya berjuang, ya. Wis deal-dealan, oke lah, parkirnya kita mbayar Rp 1 juta per hari. Ini bukan parkir customer ya, tapi parkir truknya itu loh," lanjutnya.

 

Kedua, pengusaha ini juga mengeluhkan adanya pungli yang diduga dari kepolisian. Pungli ini berupa permintaan kiriman makanan untuk polisi. Selain itu ada pula biaya listrik dan lain-lainnya.

Terkait adanya pungli yang disebut melibatkan personel kepolisian, Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS angkat bicara. Dani menegaskan Kapolresta Yogyakarta telah memberikan perintah kepada personel Reskrim dan Propam untuk memverifikasi dan menindaklanjuti dugaan pungli yang viral dan disebut ada keterlibatan anggota aparat kepolisian.

"Unit Reskrim dan fungsi Propam sudah turun ke lapangan. Itu tim yang dibentuk Bapak Kapolresta sedang melakukan pengumpulan data," ucap Dani, Jumat (18/9).

"Jika nanti ditemukan pelanggaran hukum dan pelanggaran SOP dari anggota, kita akan tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," lanjut Dani.

Dani menambahkan pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan kepada pembuat video viral itu namun belum ada jawaban. Dani membeberkan pemanggilan ini untuk menggali informasi detil soal dugaan pungli itu.

"Belum. Pembuat video belum melakukan pelaporan ke Polresta Yogyakarta terkait dugaan pungli itu," tutup Dani.

Rekomendasi