Sulap Limbah Jadi Aksesori, Produk Aceh Ini Laris Manis

Berawal dari sampah limbah, UMKM binaan Pertamina di Aceh sukses sulap kain perca jadi aksesori cantik yang laris manis di pasar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sulap Limbah Jadi Aksesori, Produk Aceh Ini Laris Manis
Sulap Limbah Jadi Aksesori, Produk Aceh Ini Laris Manis

Usaha mikro di Tanah Rencong kini punya panggung yang jauh lebih luas. Lewat Rumah BUMN Pertamina di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, ribuan pelaku UMKM lokal diajak untuk terus naik kelas. Mulai dari memoles tampilan produk, mengurus izin dan sertifikasi resmi, hingga membukakan pintu menuju pasar nasional.

Sejak beroperasi, fasilitas pendampingan ini telah merangkul sekitar 1.013 UMKM. Pertamina tak sekadar memberikan wadah, tetapi juga secara konsisten menggelar lebih dari 300 pelatihan, memfasilitasi ratusan ajang pameran, serta membimbing penerbitan lebih dari seribu dokumen legalitas usaha.

Proses pendampingan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, baik pada tahap penguatan identitas merek, pemasaran digital, maupun strategi promosi.

Dampak nyata dari ekosistem ini dirasakan langsung oleh para perajin lokal. Salah satunya adalah Nalura & Co, usaha kerajinan anyaman pandan asal Aceh Tamiang yang berdiri sejak 2017. Jika dulu produknya terbatas pada tikar tradisional dengan pemasaran sederhana, kini usahanya telah bertransformasi.

Berkat bimbingan branding dan inovasi produk dari Rumah BUMN, lembaran daun pandan lokal disulap menjadi beragam barang siap pakai bernilai estetika tinggi, mulai dari tas fashion, dekorasi dinding, sajadah, hingga tempat tisu.

"Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital. Kami juga menjadi lebih percaya diri mengembangkan Nalura & Co karena memiliki tempat untuk berkonsultasi ketika menghadapi kendala atau ingin mencoba sesuatu yang baru," ujar Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co.

Olah Hasil Alam

Cerita sukses lain datang dari Madu Lusera, yang mengolah hasil alam dari kawasan Leuser. Lewat pemanfaatan platform e-commerce dan perbaikan manajemen bisnis, pesanan madu murni ini terus melonjak hingga menembus pasar nasional sekaligus memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

Sementara itu di Kuala Simpang, Sahada menunjukkan aksinya dalam mengolah limbah kain dan plastik bekas menjadi dompet serta tas unik. Produk kreasi ramah lingkungan tersebut kini sudah dipasarkan hingga ke luar daerah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa hadirnya Rumah BUMN yang tersebar di 29 wilayah memang ditujukan sebagai pusat pengembangan kapasitas sekaligus penghubung UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas.

"Pertamina terus mendorong pelaku UMKM untuk berkembang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan usahanya. Melalui Rumah BUMN Pertamina yang tersebar di 29 wilayah, kami berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membantu membuka akses pasar sehingga UMKM semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujar Baron.

Melalui pendampingan yang mencakup legalitas, sertifikasi, hingga pengelolaan hak cipta, program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi