Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis daerah. Salah satu proyek vital yang menjadi fokus adalah penyelesaian pembangunan gedung serbaguna yang diberi nama Gedung Mambruk. Proyek ini ditargetkan rampung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, menandai langkah maju dalam penyediaan fasilitas publik yang representatif.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menjelaskan bahwa Gedung Mambruk dirancang untuk mengakomodasi berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari resepsi pernikahan hingga acara sosial lainnya. Pembangunan fasilitas ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan gedung. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Manokwari untuk terus mengembangkan potensi daerah.
Pembangunan Gedung Mambruk telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2022, dengan seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Manokwari secara tahun jamak. Pendekatan ini dipilih karena keterbatasan fiskal daerah yang mengharuskan alokasi anggaran dibagi untuk berbagai kebutuhan pembangunan lainnya. Komitmen Pemkab Manokwari dalam menyelesaikan proyek ini menunjukkan prioritas terhadap peningkatan fasilitas umum.
Advertisement
Advertisement
Untuk tahap penyelesaian Gedung Mambruk, Pemkab Manokwari telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar yang akan dimasukkan dalam APBD tahun 2026. Anggaran ini akan digunakan untuk menuntaskan seluruh aspek pembangunan utama gedung. Wakil Bupati Mugiyono menegaskan, "Anggaran untuk tahap penyelesaian Gedung Mambruk kita masukan dalam APBD tahun 2026 dengan anggaran Rp25 miliar."
Pembangunan Gedung Mambruk saat ini telah memasuki tahap IV, dengan alokasi dana sebesar Rp15 miliar melalui APBD 2025. Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manokwari, Albertus, merinci bahwa dari jumlah tersebut, Rp14,55 miliar dialokasikan untuk pekerjaan fisik dan Rp450 juta untuk pengawasan. "Pembangunan tahap IV meliputi pengerjaan struktur bangunan utama hingga pemasangan atap," jelas Albertus.
Secara akumulatif, Pemkab Manokwari telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan Gedung Mambruk sejak tahun 2022 hingga 2025. Proses pembiayaan yang dilakukan secara bertahap ini merupakan strategi untuk menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. "Kita tidak bisa tuntaskan dalam satu atau dua tahun karena anggaran juga dibagi untuk kebutuhan lain. Fiskal daerah kita juga terbatas," ujar Mugiyono.
Advertisement
Advertisement
Gedung Mambruk dibangun di atas lahan seluas 4.600 meter persegi dengan total luas lantai mencapai 5.358 meter persegi yang terbagi dalam tiga lantai. Bangunan serbaguna ini memiliki dimensi 49x38 meter, dirancang untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat yang modern dan fungsional. Selain bangunan utama, pemerintah daerah juga merencanakan penataan tambahan pada sisi depan gedung untuk memaksimalkan pemanfaatan.
Fasilitas yang akan tersedia di Gedung Mambruk sangat lengkap, meliputi:
- Basement parkir untuk menampung kendaraan.
- Ruang galeri untuk pameran atau kegiatan seni.
- Ruang rapat untuk pertemuan dan diskusi.
- Ruang kontrol keamanan untuk pengawasan.
- Klinik untuk kebutuhan medis darurat.
- Aula serbaguna berukuran 875 meter persegi di lantai dua, yang menjadi pusat utama kegiatan.
Advertisement
Dengan kelengkapan fasilitas ini, Gedung Mambruk diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Setelah selesai, gedung ini akan menjadi lokasi ideal untuk berbagai acara, seperti resepsi pernikahan, kegiatan keagamaan, acara sosial, dan pertemuan komunitas, sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi di Manokwari.
Sumber: AntaraNews