Lindungi UMKM, Erick Thohir Ingin Gabungkan Telkomsel dan IndiHome

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin menggabungkan Indihome dengan Telkomsel, untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia ke depannya dengan bergabungnya Telkomsel dan Indihome tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Lindungi UMKM, Erick Thohir Ingin Gabungkan Telkomsel dan IndiHome
IndiHome. ©2020 Merdeka.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin menggabungkan Indihome dengan Telkomsel, untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia ke depannya dengan bergabungnya Telkomsel dan Indihome tersebut.

Seperti diketahui, Erick ingin grup Telkom Indonesia seperti Telkomsel ikut berperan dalam menggarap potensi ekonomi digital di Indonesia. Proyeksi nilai ekonomi digital pun tak main-main, mencapai USD 130 miliar di 2025 mendatang.

Beberapa waktu lalu, Erick Thohir memanggil Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dan Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam. Utamanya membahas penggabungan Indihome dan Telkomsel.

"Kami membahas bagaimana Indihome yang akan bergabung ke Telkomsel, dapat berperan lebih besar di ekonomi digital Indonesia. Ini penting untuk melindungi UMKM Indonesia sehingga bisa membuka banyak lapangan kerja sekaligus mendorong inovasi digital para anak muda Indonesia," ujar dia melalui akun Instagram @erickthohir, dikutip Selasa (9/5).

Erick mengungkap ingin memperbaiki dan mengembalikan fokus dari model bisnis yang digarap Telkom dan Telkomsel. Sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya.

"Tentu mengonsolidasikan bagaimana Telkom menjadi B2B kita menggabungkan Indihome kepada Telkomsel, sehingga menjadi Integrated Internet Solution. Termasuk turunannya digital content dan startup lainnya yang bisa menjadi bagian ekosistem tersebut," sambung Erick Thohir.

Lebih lanjut, Ketua Umum PSSI ini juga melihat adanya peluang lain. Di sektor digital, ada pekembangan seperti ChatGPT hingga AI Roboting.

"Kita belum sampai ke sana, tetapi paling tidak ekosistemnya harus kita siapkan, supaya menguntungkan untuk bangsa Indonesia, membuka kesempatan lapangan pekerjaan dan memproyeksi small medium enterprise," ungkap Erick.

"Jadi saya mengucapkan terima kasih ataa hasil kerja kerasnya, ini sejarah yang luar biasa untuk saya, untuk bapak-bapak, kita bisa menciptakan legacy," pungkas Erick Thohir.

Integrasi Telkomsel-Indohome

Diberitakan sebelumnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah menandatangani perjanjian pemisahan bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement) dengan Telkomsel pada 6 April 2023, sehubungan dengan rencana perseroan untuk melakukan suatu restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis yang akan dilakukan melalui pemisahan tidak murni (spin off) atas segmen usaha IndiHome.

Sebagaimana diketahui, segmen usaha IndiHome melayani pelanggan kategori individu dan individu yang terdaftar sebagai usaha mikro yang mencakup layanan seperti, internet, voice bundling (termasuk voice only (1P) dengan akses homewifi, internet protocol television (IPTV), Over-the-Top (OTT),dan layanan digital (digital services).

"Berdasarkan perjanjian pemisahan bersyarat, nilai dari segmen usaha IndiHome yang akan dipisahkan adalah sebesar Rp 58.249.920.571.200," kata VP Investor Relations Telkom Indonesia Edwin Sebayang dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/4/2023).

Rencana pemisahan masih tunduk pada beberapa persyaratan pendahuluan diantaranya perseroan telah mengumumkan ringkasan rancangan pemisahan dalam satu surat kabar dengan peredaran nasional.

Perseroan telah memperoleh persetujuan dari rapat umum pemegang saham perseroan dan Telkomsel telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkomsel.

Sebagai bagian dari rencana pemisahan ini, Telkom Indonesia dan Telkomsel juga telah menandatangani beberapa perjanjian komersial lain yang terkait, yaitu suatu Wholesale Agreement terkait dengan penyediaan infrastruktur, TSA 1 terkait dengan penyediaan layanan fixed broadband core dan TSA 2 terkait dengan penyediaan layanan IT system.

Edwin pun menjelaskan, alasan dan tujuan dilakukannya rencana pemisahan adalah untuk mempertahankan daya saing dan keunggulan perseroan dalam menghadapi persaingan usaha di sektor telekomunikasi Indonesia.

"Untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan, perseroan berencana untuk menggabungkan layanan fixed broadband dan mobile broadband (selular) ke dalam satu entitas bisnis melalui rencana pemisahan kepada entitas anak perseroan, yaitu Telkomsel," kata dia.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi