Bukan Sekadar Tren, Anak Muda Kian Perkasa Kuasai Bisnis Kosmetik Lokal

Pendaftaran kosmetik BPOM tembus ribuan per hari. Tanpa pabrik, pebisnis muda sukses dorong brand lokal hingga gaet turis di Bali.

Auria Setiarum Cahayani
Bukan Sekadar Tren, Anak Muda Kian Perkasa Kuasai Bisnis Kosmetik Lokal
Herborist menjadi satu-satunya produk lokal yang berhasil mendapatkan penghargaan TikTok Global Beauty Brand Award untuk kategori Beauty.

Industri kecantikan tanah air kini bukan lagi sekadar tren sesaat. Bisnis kosmetik lokal telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru yang dipimpin langsung oleh generasi muda.

Pendiri PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), Billy Hartono Salim, mengungkapkan bahwa kebangkitan brand kecantikan lokal didorong oleh adopsi model bisnis dan pemasaran yang jauh lebih efisien. Saat ini, para pebisnis muda tak perlu lagi pusing membangun pabrik bernilai miliaran rupiah untuk memiliki merek kosmetik sendiri. Mereka cukup memanfaatkan jasa maklon (tolling).

"Saat berkomunikasi dengan pihak BPOM beberapa waktu lalu, tercatat hampir ribuan pendaftaran produk kosmetik baru setiap harinya, dan mayoritas adalah merek lokal. Ini kebangkitan industri yang patut didorong karena digerakkan oleh generasi muda kita," ujar Billy.

Potret Billy Hartono Salim
Billy Hartono Salim adalah pendiri sekaligus Komisaris Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), perusahaan yang menaungi berbagai merek kecantikan dan perawatan tubuh terkenal seperti Herborist, Miranda, Nuface, dan CBD.

Inovasi Meledak, Butuh Dukungan Pemerintah ke Panggung Global

Kendati inovasi produk lokal terus melejit, Billy menyoroti satu hambatan besar: keterbatasan infrastruktur dan jangkauan pasar internasional. Menurutnya, intervensi dan fasilitasi dari pemerintah sangat krusial agar brand Indonesia bisa terekspos secara masif di kancah dunia.

Ia mencontohkan langkah agresif negara tetangga dalam mempromosikan produk lokal mereka di pameran kelas dunia.

"Di ajang pameran kecantikan internasional seperti Cosmoprof Hong Kong, negara seperti Thailand bisa memfasilitasi hingga 50 booth untuk mempromosikan produk lokal mereka. Dukungan penuh dari pemerintah seperti ini yang sangat kita harapkan agar industri kreatif kosmetik Indonesia bisa naik kelas," jelasnya.

Jurus Wisata Edukasi: Gaet Turis Asing Saat Rupiah Tertekan

Menariknya, di tengah tantangan nilai tukar rupiah, para pelaku industri nasional justru cermat memanfaatkan sektor pariwisata sebagai pintu ekspor langsung.

Strategi ini diterapkan lewat konsep wisata edukasi (edutourism), seperti yang dijalankan di Secret Garden Village Bedugul, Bali. Di sana, wisatawan mancanegara diajak melihat dari dekat proses pembuatan kosmetik berbasis bahan alami khas nusantara, salah satunya wewangian kamboja.

Pendekatan ini terbukti efektif memikat turis asing. Produk perawatan tubuh berbahan lokal tak hanya menawarkan keunikan budaya yang autentik, tetapi juga dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif bagi kantong wisatawan luar negeri.

Sinergi kuat antara pariwisata, efisiensi rantai pasok, dan pemasaran kreatif diharapkan mampu membawa industri kosmetik nasional keluar dari zona nyaman pasar domestik—menuju panggung kecantikan dunia secara berkelanjutan.

 

Rekomendasi