Peneliti Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Nurjanah, mengatakan iklan rokok banyak ditemukan disekitar lingkungan sekolah. Dalam penelitian berjudul Kepadatan Iklan Rokok Di Sekitar Sekolah tahun 2018, tercatat ada 3.453 titik iklan rokok yang ada di Semarang. Lokasi penjualan rokok tersebut berjarak sampai 300 meter dari 978 sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA.
"Iklan rokok sangat dekat dengan anak, bahkan 74 persen iklan rokok berada dalam radius 300 meter dari sekolah," kata Nurjanah dalam Peluncuran Hasil Survei Tempat Penjualan Rokok di Sekitar Sekolah, Studi Kasus: Jakarta, Medan, Banggai, dan Surakarta, Jakarta, Kamis (3/9).
Karakteristik iklan rokok luar ruangan didominasi menggunakan banner sebanyak 2.489 buah. Lalu disusul iklan lewat poster sebanyak 376 dan nama toko sebanyak 315. Sementara sisanya dalam bentuk billboard, neon box, stiker dan video board.
Advertisement
Iklan Rokok Tingkatkan Risiko Anak-Anak Menjadi Perokok
Iklan rokok ini akan berpengaruh signifikan terhadap perilaku para pelajar. Kepadatan iklan rokok tinggi berisiko membuat anak 2,16 kali menjadi perokok aktif dibanding yang kepadatannya rendah.
"Kepadatan iklan rokok terbukti berpengaruh terhadap perilaku merokok siswa," kata dia.
Untuk itu dia menilai perlu ada kebijakan pelarangan iklan rokok. Tujuannya demi melindungi anak-anak sebagai pasar industri rokok. "Maka perlu ada pelarangan iklan rokok untuk melindungi anak dari jerat industri rokok,” kata Nurjanah mengakhiri.