Profil Vinanda Prameswati, Wali Kota Termuda Berusia 26 Tahun Ikut Retret di Magelang
Perjalanan Vinanda menuju posisi kepemimpinan di Kediri tidak terjadi secara tiba-tiba. Dia merupakan seorang wanita dengan pendidikan tinggi bidang hukum.
Nama Vinanda Prameswati kini menjadi pusat perhatian setelah dilantik sebagai Wali Kota Kediri, Jawa Timur. Dia tercatat sebagai pemimpin termuda yang memimpin kota yang dikenal dengan kuliner tahunya dan langsung menarik perhatian saat mengikuti kegiatan retret di Magelang, yang merupakan bagian dari pembekalan politik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan Vinanda menuju posisi kepemimpinan di Kediri tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebagai seorang wanita dengan pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum, dia pernah bercita-cita untuk menjadi notaris.
Namun, keterlibatannya dalam berbagai organisasi sosial dan kepeduliannya terhadap masyarakat justru membawanya ke dunia politik.
Saat ini, setelah resmi menjabat, dia mengusung visi besar untuk Kediri dengan konsep "MAPAN".
Proses Pendidikan dan Karier dalam Dunia Politik
Dikutip dari lezen.id, Vinanda Prameswati merupakan individu yang lahir di Surabaya pada tanggal 12 Juni 1998. Meskipun demikian, dia menghabiskan masa kecil dan pendidikan dasarnya di Kediri. S
ejak usia dini, cita-citanya adalah menjadi seorang dokter. Namun, seiring berjalannya waktu, minatnya mengalami perubahan, terutama saat ia duduk di bangku SMA.
Pada fase ini, dia mulai mendalami ilmu hukum dan sosial, yang kemudian membawanya untuk melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, di mana ia berhasil lulus pada tahun 2020.
Tidak berhenti sampai di situ, Vinanda juga melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Airlangga dengan mengambil program Magister Kenotariatan, dan berhasil meraih gelar pada tahun 2023.
Selama masa studinya, dia aktif berpartisipasi dalam berbagai organisasi, termasuk Forum Kajian dan Penelitian Hukum (FKPH) serta Indonesia Youth Opportunities In International Networking (IYOIN).
Ketertarikan Vinanda terhadap dunia sosial dan literasi semakin menguat ketika ia menjabat sebagai Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN).
Dalam kapasitas ini, dia terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, yang membuatnya lebih peka terhadap realitas sosial dan politik yang ada di Kediri.
"Saya ini suka traveling, tidak hanya jalan-jalan tapi juga suka belajar dan mengamati. Saya sering mengunjungi kota-kota yang maju karena ditopang industri kreatifnya. Semua orang pasti ingin kotanya maju dan sejahtera," ungkap Vinanda dalam sebuah wawancara yang diposting di Instagram @sahabatvinanda.
Pernyataan ini mencerminkan semangatnya untuk terus belajar dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat. Dengan latar belakang yang kaya dan pengalaman yang beragam, Vinanda berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Menjadi Wali Kota Termuda yang Berpartisipasi dalam Retret di Magelang
Setelah dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025, Vinanda segera mengikuti retret untuk kepala daerah yang diadakan di Magelang.
Keputusan ini menarik perhatian banyak pihak, mengingat jarang ada kepala daerah yang baru dilantik langsung terlibat dalam program semacam ini.
Retret tersebut merupakan bagian dari program pembekalan yang ditujukan untuk memperkuat komitmen kepala daerah terhadap Asta Cita Pemerintah Pusat.
Vinanda menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visinya untuk menciptakan Kediri yang lebih baik dan memperkuat hubungan dengan kepala daerah lainnya. Dalam acara tersebut, ia bergabung dengan Kompi D yang terdiri dari beberapa kepala daerah lainnya.
Walaupun baru saja dilantik, Vinanda sudah memberikan arahan kepada wakil wali kota dan sekda untuk memastikan bahwa pelayanan di Kota Kediri tetap berjalan dengan baik selama ia mengikuti retret.
"Kegiatan retret ini sebagai bentuk komitmen saya selaku wali kota terhadap Asta Cita Pemerintah Pusat, Bapak Presiden Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. Saya ingin Asta Cita bisa menjadi program penguat pembangunan Kota Kediri. Insya Allah Saya siap untuk kegiatan retret ini," katanya, dikutip dari kedirikota.go.id.
Terlibat dalam Berbagai Organisasi
Sebelum memasuki arena politik, Vinanda sudah dikenal luas berkat keterlibatannya dalam berbagai organisasi di tingkat lokal dan nasional. Dia pernah memegang posisi sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kota Kediri, Sekretaris Mitra Bisnis ASPERDA DPD Jawa Timur, serta Ketua Paguyuban Sedulure Wong Cilik Kota Kediri.
Selain itu, Vinanda juga aktif dalam Jaringan Media Indonesia (JMSI) sebagai dewan pembina dan menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia Kota Kediri.
Dengan pengalaman organisasi yang kaya, ia memiliki kemampuan dalam mengelola komunitas serta pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek ekonomi dan sosial masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga baginya dalam membangun Kota Kediri.
Vinanda memiliki wawasan yang baik mengenai kebutuhan masyarakat dari beragam lapisan, baik yang berasal dari sektor usaha kecil maupun komunitas sosial.
Hal ini menjadi dasar bagi program-program yang ia tawarkan saat mencalonkan diri sebagai wali kota. Dengan latar belakang yang kuat, ia siap untuk mewujudkan visi dan misi yang berpihak pada masyarakat Kediri.
Cita-Cita Mengembangkan Kediri
Sebelum menjabat sebagai wali kota, Vinanda tidak pernah memiliki impian untuk terlibat dalam dunia politik. Di masa kecilnya, dia bercita-cita menjadi seorang dokter, kemudian saat di bangku SMA, ia ingin menjadi notaris.
Namun, setelah aktif dalam berbagai organisasi sosial, pandangannya mengenai kontribusi kepada masyarakat mengalami perubahan yang signifikan.
Keterlibatannya tersebut memicu dorongan untuk berpartisipasi dalam Pilkada Kediri 2024, didorong oleh keinginannya untuk melihat perubahan yang nyata di kota tempat tinggalnya.
Vinanda menyadari bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kini, setelah resmi menjabat sebagai wali kota, ia merasakan betapa besar harapan masyarakat kepadanya.
Dengan kesadaran tersebut, ia berkomitmen untuk bekerja keras demi mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warganya.
"Tentu untuk mewujudkan Kota Kediri yang Mapan kami mohon dukungan semua pihak. Kami tidak bisa mewujudkannya sendiri harus gotong royong bersama seluruh pihak. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami," ujarnya, mengutip Antara.