PLN EPI Gandeng Serikat Buruh Dorong Reformasi Kerja
PLN EPI telah menjalankan berbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menekankan pentingnya penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dan budaya kerja berkeadilan dalam sektor energi. Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertema “Fair Labour and ESG: Membangun Budaya Kerja yang Berkelanjutan” yang digelar oleh SocialImpact.ID pada Kamis (8/5/2025).
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa meskipun baru resmi berdiri pada 2023, PLN EPI telah menjalankan berbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
“PLN EPI mengelola kebutuhan energi primer untuk PLN Grup, dari batubara hingga biomassa. Kami telah membentuk Direktorat khusus untuk pengembangan biomassa dan mendorong program cofiring berbasis limbah organik,” kata Mamit.
Selain aspek lingkungan, Mamit menegaskan pentingnya pembangunan budaya kerja internal. PLN EPI, kata dia, telah mengintegrasikan nilai AKHLAK ke dalam sistem kerja, menyediakan fasilitas seperti daycare dan ruang laktasi, serta mendorong keterlibatan sosial pegawai melalui program Employee Volunteering Program (EVP).
“Target kami bukan sekadar efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan. Engagement score pegawai kami tahun lalu mencapai 80,58,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyoroti perlunya dialog sosial dalam menyelesaikan isu ketenagakerjaan. Menurutnya, pendekatan konfrontatif seperti naming and shaming tidak selalu efektif.
“Pekerja perlu ruang aman untuk terlibat aktif dalam serikat. Dialog sosial harus diperkuat agar ada keseimbangan dalam relasi industrial,” ujar Elly.
Ia juga menggarisbawahi kesenjangan kapasitas antara serikat pekerja dan pengusaha, terutama dalam hal riset dan pelaporan. “Buruh sering kalah dalam narasi karena terbatasnya akses pendanaan. Padahal banyak praktik baik yang tidak terdokumentasi,” katanya.
Meski begitu, Elly mengapresiasi langkah PLN EPI yang membuka ruang partisipasi bagi pekerja dalam pengambilan kebijakan. “Kami ingin menjadi mitra yang juga berkontribusi terhadap keberlangsungan bisnis,” pungkasnya.