Pasar Murah Probolinggo: Harga Beras Medium Hanya Rp11.000/kg, Bukti Pemerintah Hadir Ringankan Beban Warga
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa gelaran Pasar Murah di Probolinggo adalah bukti nyata pemerintah hadir meringankan beban warga, menawarkan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau.
Pada Sabtu lalu, ribuan warga Kota Probolinggo memadati area RSUD Ar Rozy untuk mengikuti gelaran Pasar Murah. Acara ini diselenggarakan sebagai upaya pemerintah menstabilkan harga bahan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, berinteraksi dengan warga, dan membagikan bantuan. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga daya beli masyarakat.
Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pasar. Pasar murah menjadi solusi konkret bagi warga untuk mendapatkan sembako lebih hemat.
Pemerintah Hadir Menstabilkan Harga Pangan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa gelaran Pasar Murah merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah. Ia menyatakan, "Pasar murah adalah ikhtiar untuk meringankan beban masyarakat. Antusias warga Probolinggo sangat tinggi, itu menandakan bahwa program tersebut memang sangat dibutuhkan."
Program ini secara rutin diadakan dengan tujuan utama menstabilkan harga bahan pokok yang seringkali bergejolak. Setiap kali Pasar Murah digelar, berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai contoh, harga beras medium dijual Rp11.000/kg, sementara beras premium Rp14.000/kg. Minyakita ditawarkan seharga Rp13.000/liter, jauh di bawah HET Rp16.800. Gula pasir tersedia dengan harga Rp14.000/kg, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp17.000.
Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000/kg, telur ayam ras Rp22.000/paket, dan daging ayam ras Rp33.000/paket. Khofifah menambahkan, "Barang-barang ini kebutuhan habis pakai. Kalau bisa dibeli lebih murah, otomatis ekonomi keluarga lebih ringan."
Manfaat Ganda bagi Warga dan UMKM Lokal
Antusiasme warga terlihat jelas saat Gubernur Khofifah membagikan telur kepada anak-anak serta beras SPHP gratis untuk lansia. Program Pasar Murah ini tidak hanya membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjaga stabilitas pangan.
Warga Kanigaran, Nurhayati, mengungkapkan rasa senangnya. Ia mengatakan, "Alhamdulillah sangat membantu sekali. Biasanya harga beras naik, di sini lebih terjangkau. Uang belanja bisa dipakai untuk kebutuhan lain."
Mulyono (52), warga Kecamatan Wonoasih, bahkan rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan kebutuhan pokok. "Saya beli telur sama ayam ras, harganya beda jauh dengan pasar. Kalau bisa kegiatan ini rutin digelar, supaya masyarakat kecil terbantu," harapnya.
Selain sembako, Pasar Murah di Probolinggo juga melibatkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Rina (29), pelaku IKM olahan keripik, merasa diuntungkan. "Alhamdulillah produk saya laris, bisa tambah penghasilan, dan banyak warga yang jadi tahu usaha saya," ujarnya.
Sumber: AntaraNews