Tahukah Anda? Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Jatim di Waru Sidoarjo, Harga Sembako Jauh di Bawah HET!

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah Jatim di Kecamatan Waru, Sidoarjo, untuk menekan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Jatim di Waru Sidoarjo, Harga Sembako Jauh di Bawah HET!
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah Jatim di Kecamatan Waru, Sidoarjo, untuk menekan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) baru-baru ini menggelar kegiatan pasar murah di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Acara ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. Inisiatif ini juga mendekatkan akses distribusi bahan pokok penting bagi masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung meninjau pelaksanaan pasar murah ini pada hari Jumat. Beliau memastikan bahwa berbagai komoditas esensial tersedia dengan harga yang sangat terjangkau. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jatim dalam menstabilkan harga pasar.

Selain sembako umum seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng, pasar murah kali ini juga menyediakan daging ayam ras. Komoditas tambahan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat dengan harga yang lebih ekonomis. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Pelaksanaan pasar murah oleh Pemprov Jatim merupakan strategi konkret untuk menekan laju inflasi daerah. Dengan menyediakan bahan pokok di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah berusaha menjaga daya beli masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa fokus utama pasar murah adalah sembako. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, daging ayam ras juga turut disediakan di berbagai wilayah Jatim. "Pasar murah fokusnya sembako, namun dalam beberapa minggu terakhir di berbagai wilayah di Jatim, kami turut menyediakan komoditas daging ayam ras," kata Khofifah.

Penambahan komoditas daging ayam ras ini menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan pasar. Ketersediaan daging ayam dengan harga terjangkau sangat penting untuk memenuhi gizi masyarakat. Pasar murah ini menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dalam pasar murah di Kecamatan Waru, Pemprov Jatim menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga yang signifikan lebih rendah dari HET. Beras medium jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp11.000 per kilogram. Harga ini jauh di bawah HET Bapanas yang mencapai Rp13.500 per kilogram untuk beras medium biasa dan Rp12.500 per kilogram untuk beras SPHP.

Tidak hanya beras, komoditas lain juga ditawarkan dengan harga spesial. Gula pasir dari ID Food dijual Rp14.000 per kilogram, lebih murah dari HET Rp17.500 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia seharga Rp13.000 per liter, dibandingkan HET Rp16.000 per liter.

Daging ayam ras yang menjadi komoditas tambahan dijual Rp33.000 per kemasan satu kilogram, padahal HET-nya mencapai Rp36.000 per kilogram. Telur ayam ras juga dibanderol Rp22.000 per kilogram, jauh di bawah HET Rp27.000 per kilogram. Diskon harga ini sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Gubernur Khofifah berharap program Pasar Murah Jatim ini dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok sesuai kapasitas fiskal mereka. "Yang terpenting adalah mendekatkan penjangkauan kepada masyarakat di mana bahan kebutuhan yang habis pakai berupa sembako tersebut dapat memberi manfaat bagi warga," ujarnya. Inisiatif ini memperlihatkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.

Selain fokus pada sembako, Khofifah juga mengapresiasi semangat para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan dan minuman yang turut berpartisipasi. Kehadiran mereka menambah variasi produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Ini juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk lokal.

Dengan adanya kesempatan berjualan di pasar murah, para pelaku IKM ini dapat memperoleh pemasukan secara maksimal. Hal ini tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat konsumen, tetapi juga memberdayakan sektor IKM. Pasar murah ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi