Gubernur Jatim Kendalikan Inflasi, Gelar Pasar Murah di Sumenep: Harga Bahan Pokok Lebih Terjangkau!

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa gelar pasar murah di Sumenep untuk kendalikan inflasi. Temukan bagaimana pasar murah ini membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok terjangkau!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jatim Kendalikan Inflasi, Gelar Pasar Murah di Sumenep: Harga Bahan Pokok Lebih Terjangkau!
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa gelar pasar murah di Sumenep untuk kendalikan inflasi. Temukan bagaimana pasar murah ini membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok terjangkau! (Merdeka.com)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah strategis untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya. Pada tanggal 23 Agustus 2025, beliau secara langsung menggelar pasar murah di Pendopo Kabupaten Sumenep. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan akses bahan pokok terjangkau bagi masyarakat, khususnya di tengah tantangan kenaikan harga.

Kehadiran pasar murah diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa terbebani harga yang melambung tinggi. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan daya beli masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah provinsi tidak hanya menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat tentang komitmen mereka dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Pasar murah menjadi solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pasar murah sebagai salah satu instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi. Beliau secara khusus meminta masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini, terutama karena distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) belum sepenuhnya maksimal di pasaran. Dalam rapat koordinasi dengan Menko Pangan, Pemerintah Provinsi Jatim telah meminta Bulog untuk mendistribusikan beras medium SPHP dalam jumlah yang lebih besar lagi, guna menjamin ketersediaan pasokan.

Selain itu, Khofifah juga menyoroti pentingnya waktu dalam upaya stabilisasi harga ini, mengingat Badan Pusat Statistik (BPS) akan turun pada 1 September mendatang untuk mengecek belanja masyarakat. Survei ini akan mencakup jenis makanan yang dikonsumsi, lauk-pauk, serta belanja lainnya, yang semuanya berpengaruh pada indikator kemiskinan. Oleh karena itu, ketepatan waktu pelaksanaan pasar murah dan penjangkauan logistik menjadi sangat krusial sebelum survei dilakukan.

Pemerintah daerah juga diminta untuk proaktif mengecek ketersediaan bahan pokok, tidak hanya di pasar modern tetapi juga hingga pasar tradisional. Pasar murah ini adalah cara pemerintah mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Harga jual bahan pokok di pasar murah ini memang jauh di bawah harga pasar, memberikan keringanan signifikan bagi konsumen.

Pasar murah yang digelar di Pendopo Sumenep pada 23 Agustus 2025 menawarkan berbagai komoditas penting dengan harga yang sangat kompetitif. Ini adalah upaya nyata untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar. Berikut adalah beberapa rincian harga komoditas yang tersedia:

  • Beras Premium: Rp14.000 per kg (Rp70.000 per sak), dibandingkan harga Sumenep Rp15.000 per kg dan HET Rp14.900 per kg. Tersedia 200 kg.
  • Beras Medium: Rp11.000 per kg (Rp55.000 per sak), dibandingkan harga Sumenep Rp13.000 per kg dan HET Rp12.500 per kg. Tersedia 10 ton.
  • Gula Pasir: Rp14.000 per kg, dibandingkan harga Sumenep Rp17.500 per kg dan HET Rp17.500 per kg. Tersedia 200 kg.
  • MinyaKita: Rp13.000 per liter, dibandingkan harga Sumenep Rp17.000 per liter dan HET Rp15.700 per liter. Tersedia 200 liter.
  • Telur Ayam Ras: Rp22.000 per kg, dibandingkan harga Sumenep Rp28.000 per kg dan HET Rp30.000 per kg. Tersedia 100 kg.
  • Bawang Merah: Rp7.000 per 250 gr, dibandingkan harga Sumenep Rp42.500 per kg dan HET Rp41.500 per kg. Tersedia 10 kg.
  • Bawang Putih Sinco: Rp6.000 per 250 gr, dibandingkan harga Sumenep Rp30.000 per kg dan HET Rp38.000 per kg. Tersedia 10 kg.
  • Tepung Terigu: Rp10.000 per kg, dibandingkan harga Sumenep Rp12.250 per kg. Tersedia 50 kg.

Harga-harga yang ditawarkan di pasar murah ini secara signifikan lebih rendah dari harga pasar reguler, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat. Ketersediaan komoditas dalam jumlah besar juga memastikan bahwa kebutuhan banyak warga dapat terpenuhi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi