Mantan Bos Bank Bali Minta OJK Investigasi Penjualan Saham Bank Permata

Kamis, 20 Juni 2019 18:07 Reporter : Merdeka
Mantan Bos Bank Bali Minta OJK Investigasi Penjualan Saham Bank Permata Rudy Ramli. idris ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan bos Bank Bali, Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standart Chartered Bank dihentikan (suspend) atau dihentikan. Sebab, ada sejumlah kejanggalan yang menyelimuti proses tersebut.

"Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK melakukan investigasi khusus," kata Rudy Ramli dikutip keterangannya di Jakarta, Kamis (20/6).

Informasi saja, Bank Bali, adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain (Bank Umam Nasional, Bank Media, Bank Patriot, Bank Universal). Bank Bali menjadi leader dalam proses merger tersebut.

Usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB), sangat diharapkan dilakukan secara transparan. Rudy berharap otoritas yang berwenang, untuk menggunakan kekuasaannya untuk investigasi, karena 5 alasan utama yaitu transparansi, keadilan dan kebenaran, mempertahankan asset bangsa, dan mencegah terulangnya kasus yang sama demi kehormatan bangsa.

Menurut Rudy, siapapun yang ingin memiliki asset di Indonesia, terutama institusi strategis seperti bank, hendaknya transparan dan jelas, siapa pemiliknya, dan asal dananya. "Apakah kedua hal itu sudah dipenuhi oleh SCB?" tanya Rudy.

Dalam laporan tahunan SCB ditemukan sebuah kejanggalan pada annual report SCB tahun 2006, dan beberapa tahun setelahnya, yang menunjukkan kejanggalan kepemilikan SCB atas bank Permata.

Di laporan tersebut ada satu note, tentang kepemilikan SCB di Bank Permata: There are no capital commitments related to the Group’s investment in Permata. "Artinya, SCB beli tanpa modal? Kok tidak ada komitmen? Terus yang dipakai modal siapa?" tegas Rudy.

SCB wajib menjelaskan dengan menyertakan dokumen pendukung, apa maksud dari kalimat 'no capital commitment' yang tertuang pada annual report-nya tersebut.

"Maka transaksi pengambilalihan Bank Permata wajib dipertanyakan oleh otoritas yang berwenang," tegas Rudy. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Permata
  2. OJK
  3. Bursa Saham
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini