LinkUMKM Dirancang sebagai Ekosistem Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan
LinkUMKM didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring, serta terhubung dengan jaringan Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merancang LinkUMKM sebagai ekosistem digital pemberdayaan UMKM yang terintegrasi untuk mendorong pelaku usaha naik kelas secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis pembelajaran, pendampingan, dan perluasan akses pasar, LinkUMKM menjadi wadah penguatan kapasitas usaha yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di berbagai sektor.
LinkUMKM merupakan platform digital BRI yang mendukung pengembangan UMKM melalui strategi berbasis data dan teknologi. Salah satu fitur utamanya, Self Assessment Naik Kelas, membantu pelaku usaha memetakan posisi bisnis dan memperoleh rekomendasi pelatihan yang sesuai dengan tahap perkembangan usaha. Ekosistem ini juga terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, Komunitas, serta kanal Media.
Selain itu, LinkUMKM didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring, serta terhubung dengan jaringan Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Melalui ekosistem tersebut, pelaku usaha memperoleh rujukan pembelajaran dan pendampingan yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan ekosistem LinkUMKM adalah NM Kitchen, usaha makanan ringan yang berlokasi di Jakarta Selatan. Usaha ini dirintis sejak 2006 dengan mengandalkan resep keluarga dan konsistensi kualitas produk. Produk NM Kitchen mencakup nastar, kastengel, cheesecake, brownies, donat, puding, serta berbagai jenis camilan lainnya.
Pemilik NM Kitchen, Natalia Mutiara, mengatakan bahwa pada 2020 ia mengambil peran penuh untuk melanjutkan usaha keluarga sekaligus menyesuaikan strategi penjualan dengan perubahan kondisi ekonomi dan kebutuhan pasar.
"Awalnya usaha ini dimulai dari usaha milik ibu saya pada tahun 2006. Saat itu saya membantu menawarkan kue buatan ibu ke teman-teman kerja. Kemudian saat pandemi Covid-19 di tahun 2020, saya mulai melanjutkan usaha ini sepenuhnya dan memutuskan untuk berjualan sendiri," ujar Natalia.
Pembelajaran dan pendampingan di ekosistem LinkUMKM
Dalam proses pengembangan usaha, Natalia memanfaatkan pembelajaran dan pendampingan yang tersedia di ekosistem LinkUMKM. Ia pertama kali mengenal platform tersebut saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Dari kegiatan itu, Natalia mulai mengakses berbagai modul pembelajaran, terutama terkait manajemen pemasaran, yang kemudian diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
"Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Dari sosialisasi tersebut, saya tertarik bergabung dan mulai meluangkan waktu untuk membaca modul-modul pembelajaran di LinkUMKM," ungkapnya.
Dalam operasionalnya, NM Kitchen menjalankan penjualan secara online melalui WhatsApp dan Instagram untuk menerima pesanan dan berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Dari sisi produksi, usaha ini menggunakan bahan baku segar dan proses pembuatan dilakukan secara mandiri untuk menjaga konsistensi rasa. Standar produksi diterapkan pada setiap pesanan agar kualitas produk dan layanan tetap terjaga.
BRI terus memperkuat peran UMKM
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai bagian dari pendekatan BRI dalam memperkuat kompetensi usaha dan memperluas akses pengembangan UMKM.
"LinkUMKM dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pembelajaran yang aplikatif, pendampingan, dan akses pengembangan pasar. NM Kitchen menjadi salah satu contoh bagaimana ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang tepat dapat mempercepat penguatan kapasitas usaha hingga naik kelas," ujarnya.
Akhmad menambahkan, BRI akan terus memperkuat peran UMKM agar semakin tangguh, inklusif, dan siap naik kelas sebagai penggerak ekonomi nasional.