Platform LinkUMKM BRI Jangkau Jutaan Pelaku Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas Digital

Platform LinkUMKM BRI telah berhasil menjangkau lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM hingga akhir 2025, menyediakan pendampingan digital komprehensif untuk peningkatan kapasitas dan perluasan pasar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Platform LinkUMKM BRI Jangkau Jutaan Pelaku Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas Digital
Platform pelatihan digital LinkUMKM BRI berhasil menjangkau 14,98 juta pelaku UMKM hingga akhir 2025, menjadi solusi pendampingan usaha untuk naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan pasar. (AntaraNews)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pencapaian signifikan melalui platform pelatihan digitalnya, LinkUMKM. Hingga akhir tahun 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. LinkUMKM berfungsi sebagai sarana pendampingan usaha daring yang holistik, mencakup peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas bagi UMKM.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa pengembangan LinkUMKM didasari oleh kebutuhan mendesak pelaku usaha untuk mengakses informasi pasar yang relevan. Selain itu, platform ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan. LinkUMKM dirancang khusus agar setiap pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan spesifik bisnis mereka.

Akhmad Purwakajaya berharap keberadaan platform LinkUMKM dapat membantu UMKM mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap berbagai perubahan pasar. Platform ini membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan berkualitas tinggi dan relevan, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk mencapai level yang lebih tinggi.

Platform LinkUMKM BRI menjadi instrumen vital dalam strategi BRI untuk memperkuat sektor UMKM di era digital. Sejak diluncurkan, platform ini telah menjembatani jutaan pelaku usaha dengan materi pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata UMKM di berbagai daerah. Pendekatan digital ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas dan efisien, memastikan pendampingan dapat diakses oleh lebih banyak pelaku usaha dengan materi yang tepat sasaran.

Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar. Platform ini juga krusial dalam meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM dapat beradaptasi dan berkembang di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berubah.

Platform ini dirancang agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan bisnisnya. Hal ini mencakup penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas, memastikan relevansi materi pelatihan dengan kondisi aktual UMKM.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi untuk mendukung pengembangan UMKM secara komprehensif. Fitur-fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.

Fitur UMKM Smart menawarkan “self-assessment naik kelas” yang memungkinkan pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis mereka melalui sistem scoring digital. Selain itu, tersedia pula fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional. Berdasarkan hasil penilaian, pelaku UMKM akan menerima rekomendasi pelatihan yang disesuaikan dengan kelas usahanya, baik itu UMKM tradisional, berkembang, maupun modern.

Saat ini, LinkUMKM menyediakan lebih dari 690 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat baik soft skill maupun hard skill pelaku usaha. Modul-modul ini mencakup berbagai aspek pengelolaan bisnis, pemasaran, hingga keuangan, memastikan UMKM memiliki bekal yang cukup untuk bersaing.

Selain penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha mikro. Ini membantu UMKM tetap terinformasi dan termotivasi dalam menjalankan bisnis mereka.

Untuk mendukung perluasan pasar, LinkUMKM turut menghadirkan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM. Fitur ini memungkinkan produk UMKM menjangkau segmen pasar yang lebih luas, meningkatkan potensi penjualan dan pertumbuhan bisnis.

Platform ini juga terhubung dengan jaringan Rumah BUMN, yang merupakan bagian dari ekosistem pendampingan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM. Di sisi lain, fitur Komunitas disediakan sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM, memupuk semangat kebersamaan dan saling mendukung. Fitur Register NIB juga tersedia untuk mendukung administrasi dan legalitas usaha, mempermudah UMKM dalam memenuhi persyaratan hukum.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi