Ketergantungan Impor LPG Masih Tinggi, Pemerintah Dorong DME Jadi Solusi
Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai energi substitusi LPG.
Ketergantungan Indonesia pada impor LPG masih menjadi tantangan besar. Tercatat kebutuhan LPG domestik telah mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara lebih dari 75 persen pasokan masih berasal dari impor.
Maka, untuk mengurangi ketergantungan, pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai energi substitusi LPG.
Proyek ini masuk dalam 18 proyek hilirisasi prioritas yang dijalankan oleh BPI Danantara bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menyebut proyek DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, diproyeksikan mengolah sekitar 6 juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME.
Produksi tersebut berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun dan menghemat devisa hingga Rp9,7 triliun.
"Batu bara yang akan diolah sekitar 6 juta ton per tahun yang akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun. Dengan demikian, akan berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun, yang berarti kita akan bisa menghemat devisa negara sekitar Rp. 9,7 triliun per tahun," ucapnya dalam acara Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Kantor Ditjen EBTKE KESDM, Jakarta, Selasa (10/2).
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan konsumsi LPG nasional yang masih bergantung pada impor menunjukkan pentingnya pemanfaatan batu bara kalori rendah menjadi energi alternatif.
Menurutnya, konversi tersebut dapat mengoptimalkan sumber daya domestik sekaligus menekan impor energi.
Tekankan Prinsip Kehati-hatian
Di sisi pelaksanaan proyek, Danantara menekankan kehati-hatian dalam menentukan teknologi agar harga DME dapat bersaing dengan LPG di tingkat konsumen.
Proyek DME di wilayah tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) diperkirakan membutuhkan investasi sekitar USD2,1 miliar.
PTBA sendiri telah menyiapkan cadangan batu bara hingga 800 juta ton untuk mendukung hilirisasi di Sumatera Selatan dan Riau.
Selain itu, MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) telah menandatangani kerja sama percepatan hilirisasi batu bara menjadi DME serta produk energi alternatif lain seperti Synthetic Natural Gas dan methanol.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap ketergantungan impor LPG dapat berkurang secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan membuka peluang investasi baru di sektor hilirisasi batu bara.