Kemenhub Apresiasi Program Kompensasi Becak Mudik Lebaran di Jabar untuk Kelancaran Arus Lalu Lintas
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi tinggi terhadap program kompensasi becak yang digagas Pemprov Jabar, dinilai efektif menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dan memberikan dukungan kepada pengemudi becak.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan program kompensasi bagi pengemudi becak yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah berkontribusi signifikan dalam melancarkan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah tersebut. Apresiasi ini disampaikan Dudy saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon pada Sabtu, 14 Maret 2026, menyoroti dampak positif program tersebut.
Menurut Menhub Dudy, inisiatif Pemprov Jabar ini tidak hanya membantu petugas di lapangan dalam mengelola kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi yang berharga bagi para pengemudi becak selama periode sibuk mudik. Program ini dinilai sebagai langkah strategis yang patut dicontoh oleh daerah lain.
Kebijakan ini memungkinkan pengemudi becak untuk sementara waktu tidak beroperasi di jalan raya selama puncak mudik, sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Dudy berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Apresiasi Kemenhub terhadap Program Kompensasi Becak
Menhub Dudy Purwagandhi secara langsung menyampaikan pujiannya terhadap program kompensasi becak yang digagas oleh Pemprov Jabar, menyebutnya sebagai inisiatif yang "sangat baik dan sangat berharga". Ia menekankan bahwa kebijakan ini telah terbukti efektif dalam menciptakan perjalanan mudik yang lebih nyaman dan lancar bagi masyarakat, khususnya di ruas-ruas jalan arteri.
Dudy juga melihat potensi besar bagi program serupa untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia sebagai salah satu strategi pengaturan lalu lintas saat musim mudik tiba. Namun, ia mengingatkan bahwa implementasi program semacam ini harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing pemerintah daerah.
"Kami selalu mengimbau pemerintah daerah lain untuk melakukan hal serupa, tetapi tentu menyesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing," ujar Dudy, menyoroti pentingnya pertimbangan finansial. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jabar dinilai memiliki dukungan anggaran yang memadai untuk menjalankan program ini secara berkelanjutan selama periode mudik Lebaran.
Detail Implementasi dan Dampak Program di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pemberian kompensasi kepada pengemudi becak bertujuan utama untuk mengurangi aktivitas ngetem di jalur-jalur utama yang berpotensi menyebabkan kemacetan parah. Strategi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan.
Setiap pengemudi becak yang terdaftar menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta sebagai bentuk kompensasi agar mereka tidak beroperasi menjelang Idul Fitri. Di wilayah Cirebon saja, terdapat sekitar 557 pengemudi becak yang telah menerima bantuan ini, dengan potensi penambahan penerima melalui dukungan pendanaan lainnya.
"Secara keseluruhan ada 5 ribu penerima kompensasi, tetapi barusan nanti ada tambahan-tambahan nanti kita cover dengan dana yang lain," kata Dedi, mengindikasikan komitmen Pemprov Jabar untuk memperluas jangkauan program ini. Program ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mendukung kelancaran mudik.
Antisipasi Arus Mudik dan Imbauan Kemenhub
Terkait kondisi arus mudik secara umum, Menhub Dudy melaporkan bahwa hingga saat ini telah terjadi peningkatan pergerakan kendaraan, meskipun peningkatannya belum terlalu signifikan. Pemerintah, melalui Kemenhub, terus memantau perkembangan arus lalu lintas secara intensif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. Oleh karena itu, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka dengan cermat.
Dudy berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan fleksibilitas waktu perjalanan. Dengan memilih waktu keberangkatan yang tidak bersamaan dengan puncak arus, diharapkan penumpukan kendaraan dapat diminimalisir, menciptakan perjalanan mudik yang lebih nyaman dan aman bagi semua.
Sumber: AntaraNews