Jonan perkirakan nilai divestasi Freeport capai Rp 54 triliun

Senin, 9 Oktober 2017 20:13 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Jonan perkirakan nilai divestasi Freeport capai Rp 54 triliun Menteri ESDM Ignasius Jonan di DPR. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan divestasi saham Freeport sebanyak 51 persen bernilai USD 4 miliar atau setara Rp 54 triliun. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar perundingan dengan Freeport harus dilakukan dengan win-win solution, artinya tidak ada salah satu pihak yang dirugikan.

Jonan mengatakan hitungan tersebut sesuai dengan valuasi jika diproyeksikan Freeport McMoran (FCX) di bursa saham New York memiliki nilai pasar USD 20,74 miliar, maka kontribusi Freeport Indonesia kira-kira 40 persen dari nilai tersebut.

"Kalau 51 persen berapa berarti USD 4 miliar. Tentunya kalau mayoritas pasti akan minta premium. Semua kepemilikan mayoritas itu pasti ada premium, ya dihitung tinggal nego premiumnya maunya berapa dan sebagainya," katanya.

Jonan menambahkan persoalan kontrol saat ini masih dalam tahap pembicaraan. Namun memang sudah memiliki komitmen sejak awal, bahwa untuk pelaksanaan tambang tetap dilaksanakan oleh Freeport McMoran dan manajerial atau pengaturan tetap dibawah pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian mengatakan pihaknya merasa senang dengan keberhasilan pemerintah yang berhasil melakukan negosiasi divestasi saham sebesar 51 persen. Namun, supaya tidak terjadi kebohongan publik, Ramson menyarankan ke depannya pemerintah harus terbuka dengan apapun hasil perundingan bersama Freeport.

"Jadi apanya yang sudah beres? Ini yang terus terang saja kadang-kadang dunia pencitraan ini terlalu. Seharusnya apa adanya dikemukakan pada publik, baru tahapan membicarakan divestasi 51 persen. Isinya belum belas, kesiapannya belum jelas. Jadi ini belum detail, tahu-tahu kemarin suatu prestasi 40 tahun baru bisa divestasi. Saya heran kok presiden bisa ngomong begitu, apa presiden kurang informasi dari bawahannya?" kata Ramson.

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini